FUI Bima Gelar Shalat Ghoib untuk Umat Muslim Korban Penembakan di New Zealand

Iklan Semua Halaman

.

FUI Bima Gelar Shalat Ghoib untuk Umat Muslim Korban Penembakan di New Zealand

Rabu, 20 Maret 2019
Suasana Tabligh Akbar Sekaligus Shalat Ghoib untuk Korban Penembakan di New Zaeland yang Digelar Umat Muslim Kota Bima yang Dikoordinir oleh Forum Umat Islam (FUI) Bima, Rabu (20/3/2019) Siang.


Kota Bima, Berita11.com— Umat Muslim Kota Bima yang dikoordinir Forum Umat Muslim (FUI) Bima menggelar shalat ghoib untuk Muslim korban penembakan di dua masjid di New Zealand Selendia Baru. Shalat ghoib yang diikuti 100 jemaah dilaksanakan di Masjid Agung Al Muwahiddin Kota Bima, Rabu (20/3/2019) siang.

Selain shalat ghoib, Umat Muslim Bima yang dipimpin Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur  melaksanakan Tablig Akbar. Kegiatan diikuti 100 jemaah Masjid Agung di antaranya Ketua Brigade Masjid, Ustadz Burhanuddin SP, Ketua Lembidara Bima  yang juga mantan Ketua FKUB Kota Bima H Eka Iskandar, M.Si, Ketua 1 MUI Kota Bima, Ahmad Mahmud, S.Ag.

Tabligh Akbar dan shalat ghaib untuk Umat Muslim korban penembakan teroris di Selendia Baru diawali shalat Dzuhur bersama

Ustadz Asikin bin Mansyur yang membacakan doa dan sambutan menjelaskan, inti kegiatan Tabligh Akbr dan shalat ghaib  dilakukan dalam rangka mempersatukan umat Islam.  Kgiatan merupakan bentuk solidaritas sebagai Umat Muslim. “Semoga kegiatan ini bernilai ibadah di mata Allah,” katanya memimpin do’a.

Ketua 1 MUI Bima, Ahmad Mahmud, S.Ag  mengatakan,  korban yang mendapat musibah di New Zealand adalah mereka yang mati syahid.

Ahmad Mahmud mendoakan korban penembakan di New Zaeland yang sedang dirawat segera sembuh dan menjadi Umat Islam sejati. “Semoga kita yang di Kota Bima menjadi Muslim konsisten untuk mengamalkan ajaran Islam yang kaffah,” katanya.

Ustadz Nimran Yus, S.Sos dalam penyampaian materi Tabligh Akbar mengatakan, kata bijak yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, mukmin yang satu dengan yang lainnya adalah saling menguatkan.

“Atau laksana satu tubuh, kalau satu yang sakit maka yang lain juga merasakannya. Mukmin itu laksana dua tangan yang memiliki fungsi masing-masing tapi dapat disatukan pada saat ibadah,” katanya mengutip Quran Surah At Taubah ayat 71.

Foto Bersama Ketua PD Muhammadiyah H Eka Iskandar M.Si, Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur.

Diatakannya, kasus yang terjadi di New Zealand yang dilakukan oleh ektremes fasis dan anti Islam. Pelaku ketika ditangkap tidak ada rasa penyesalan.

Wujud solidaritas itu senantiasa mengukuhkan persatuan untuk saling menjaga umat yang kuat melindungi umat yang lemah.  “Kondisi umat Islam, umat terpecah-pecah, kebohongan dan penghianatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuannya,” katanya.

Menurutnya, Pemilu 2019 termasuk Pilpres seolah ajang untuk saling menjatuhkan sebagai pola untuk merebut kekuasaan.

“Sementara Umat Islam gampang sekali bermaksiat, meninggalkan shalat, maka citra Umat Islam laksana kafir. Orang-orang durhaka ini, lantang menghardik Allah SWT agama hanya sebagai baju pembungkus kebusukan hati dan kemunafikan melakukan, bohongan publik, menipu rakyat dan korupsi dan lain-lain hanya mempertemukan nafsu semata,” katanya seraya mengutip QS Al Araf ayat 179.

Sholat ghoib dipimpin oleh H Ahmad Hamid yang diikuti jemaah Masjid Agung Bima Al Muwahiddin diikuti ratusan orang. [MR]