Jenazah Almarhum Serda Mirwariyadin Diperkirakan Tiba di Bima Sabtu Pagi

Iklan Semua Halaman

.

Jenazah Almarhum Serda Mirwariyadin Diperkirakan Tiba di Bima Sabtu Pagi

Jumat, 08 Maret 2019
Penyambutan dan Doa Terhadap Almarhum Serda Mirwariyadin saat Tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali, Jumat (8/3/2019) Siang. 


Bima, Berita11.com— Jenazah almarhum Serda Mirwariyadin, satu di antara tiga anggota Kopassus TNI, yang gugur dalam kontak senjata dengan kelompok krimimal bersenjata (KKB) pada Kamis (7/3/2019) dijadwalkan tiba di Bima, Sabtu (9/3/2019) pagi.

Informasi yang diperoleh Berita11.com, jenazah almarhum Serda Mirwariyadin diberangkatkan dari Denpasar Bali menuju Bima menggunakan pesawat Nam Air dan diperkirakan tiba pukul 10.50 Wita.

Jenazah almarhum Serda Mirwariyadin, diberangkakan dari Bandara Timika menggunakan pesawat Garuda pada Jumat siang dan tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali Jumat (8/3/2019). Selanjutnya, jenazah tiba di bandara menggunakan Ambulance Garnizum Denpasar dengan pengawalan POM, kemudian menuju Kipan A Yonif Raider 900 untuk disemayamkan.

Putra dari pasangan suami istri Anwar dan Nurmi, warga Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima ini didampingi Satgas, Kapten Inf Suprianto.

Masih berdasarkan informasi yang diperoleh Berita11.com, setelah tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, jenazah diberangkatkan menuju rumah duka dengan pelaksanakan Korem 162/ WB. Upacara pemakaman di  akan dipimpin Danrem 162/ WB sebagai Inspektur Upacara.

Puluhan Anggota TNI Usai Upacara Penerimaan Peti Jenazah Memanjatkan Doa untuk Almarhum Serda Mirwayadin, Anggota Kopassus Asal Kabupaten Bima yang Gugur Dalam Medan Tugas di Distrik Mugi Kabupaten Nduga Papua, Kamis (7/3/2019).

Seperti dilansir Berita11.com, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala, Kamis (7/3/2019) dilaporkan meninggal dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Yoshua Sembiring, saat dihubungi dari Jayapura,  membenarkan ada kontak tembak itu, yang menyebabkan tiga prajurit gugur.

"Memang benar ada laporan tentang kontak tembak, namun perkembangannya sejauh mana belum. Silakan hubungi Kapendam karena saat ini (saya) sedang berada di luar Papua," kata Sembiring, Kamis (7/3/19) malam. [AD]