Kasus Bunuh Diri "KLB" FUI, MUI, Kemenag, Polres dan Kodim 1614/Dompu Bakal Gelar Safari Dakwah di Hu'u

Iklan Semua Halaman

.

Kasus Bunuh Diri "KLB" FUI, MUI, Kemenag, Polres dan Kodim 1614/Dompu Bakal Gelar Safari Dakwah di Hu'u

Selasa, 19 Maret 2019
FUI, MUI, Kemenag, Polres dan Kodim 1614/Dompu usai berdialog di Makodim 1614/Dompu menghasilkan sepakat akan melakukan Safari Dakwah di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Kasus bunuh diri dengan cara minum racun yang terjadi belakangan ini khususnya di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dapat menyita perhatian sejumlah pihak.

Untuk mengatasi hal tersebut, Forum Umat Islam (FUI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dompu, Pemerintah Kementerian Agama (Kemenag), Polres dan Kodim 1614/Dompu, Selasa (19/3/2019) sepakat bakal menggelar Safari Dakwah di Kecamatan Hu'u.

Salah seorang perwakilan FUI Ustadz Muhammad Taqiyuddin, S.Pdi, mengatakan, Safari Dakwah terebut dilakukan sebagai bentuk sikap penanganan serius terhadap kasus bunuh diri yang sudah ditetapkan sebagai KLB.

Menurut Ustadz Muhammad Taqiyuddin, pihaknya sudah berkoordinasi dan berdialog dengan Pemerintah terutama Kemenag termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu, Polres beserta Kodim 1614/Dompu.

Dalam momentum itu, kata dia, dihadiri Kepala Kemenag Dompu Drs. H. Syamsul Ilyas M.Si, Ketua MUI Dompu DR (HC) H. Abdullah Arsyad, S.Ag, kemudian Dandim 1614/Dompu Letkol (Czi) Arief Hadiyanto, S.IP dan sejumlah jajaran FUI Dompu.

"Tadi hari Selasa, kami sudah menggelar pertemuan dan dilaog di Makodim Dompu. Pertemuan tadi difasilitasi Dandim 1614/Dompu Letkol (Czi) Arief Hadiyanto, S.IP," ujar Ustadz Muhammad Taqiyuddin, S.Pdi pada Berita11.com, Selasa (19/3/2019) malam.

Dikatakan Ustadz Muhammad Taqiyuddin, dalam pertemuan dan dialog telah berlangsung di Makodim 1614/Dompu tersebut membahas mengenai berbagai langkah dan penanganan terhadap KLB kasus bunuh diri yang kerap terjadi di Kecamatan Hu'u.

"Dasar inilah kenapa kami FUI bersama pihak pihak terkait untuk melakukan pertemuan dan dialog bersama," jelas dia.

Dalam pertemuan dan dialog tadi, lanjut Ustadz Muhammad Taqiyuddin, menghasilkan suatu kesimpulan dan langkah apa saja yang dilakukan sebagai upaya menangani KLB di Kecamatan Hu'u tersebut.

Adapun langkah yang perlu dilakukan safari dakwah antara lain di lokasi sekolah-sekolah, Masjid dan semua Desa yang ada di Kecamatan Hu'u.

Safari Dakwah ini pun dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terutama siswa dan siswi lewat ceramah agama dan mengajak untuk tetap meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.

"Kami mulai dari pagi akan memberikan ceramah agama ke sekolah sekolah. Lalu memberikan Khutbah Jumat di masjid masjid dan menyambangi serta bertatap muka dengan masyarakat di Kecamatan Hu'u," terang Ustadz Muhammad Taqiyuddin,

Dalam kegiatan ini nanti, Ustadz menambahkan para Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, jajaran Kemenag, MUI dan Pemerintah akan ikut mendampingi jajaran FUI dalam melakukan safari dakwah di Kecamatan Hu'u.

"Intinya, apa yang akan dilakukan ini adalah upaya dan langkah agar KLB di Kecamatan Hu'u tidak kembali terjadi," paparnya.

Bagaimana tanggapan FUI Dompu dengan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) bunuh diri yang kerap kali terjadi di Kecamatan Hu'u ?

Kata Ustadz Muhammad Taqiyuddin, pihaknya merasa prihatin dan bersedih dengan maraknya kejadian bunuh diri yang terjadi di Kecamatan Hu'u.

"Kami benar benar bersedih dengan munculnya kasus bunuh diri yang kerap terjadi di Kecamatan Hu'u. Menurut kami ini masalah ini sudah masuk katagori KLB. Inilah alasan kenapa nurani kami terpanggil untuk ikut terlibat menangani masalah ini, agar kedepan kejadian seperti itu tidak terulang kembali," tuturnya.

Menurut Ustadz Muhammad Taqiyuddin, munculnya kasus KLB di Kecamatan Hu'u membuat masyarakat ikut bersedih melihat para korban memiliki niat mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun. Padahal prilaku seperti itu kata Dia, sangat bertentangan dengan norma norma atau ajaran Agama Islam.

"KLB ini adalah bukti lemahnya iman, sehingga ketika ada permasalahan hanya dihadapi dengan kesedihan dan penyesalan yang berujung pada sikap untuk mengakhiri hidup dengan cara cara yang tidak wajar. Padahal jika kita memiliki iman yang kuat kepada Allah SWT, maka setiap masalah tentu akan dihadapi dengan kepala yang dingin dan berserah diri kepada Allah SWT. Kalau itu dilakukan, maka setiap masalah yang dihadapi tentu akan ada jalan keluar yang baik," katanya.

Lebih jauh Ustadz Muhammad Taqiyuddin, mengajak seluruh masyarakat Dompu khususnya masyarakat di Kecamatan Hu'u untuk meningkatkan keimanan dan Ketakwaan kepada Allah SWT."Mari kita terus tingkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Semoga kedepan KLB di Kecamatan Hu'u tidak terulang kembali," Harapnya. [RIS]