Kesal Jalan Rusak, LAKP Boikot dan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Iklan Semua Halaman

.

Kesal Jalan Rusak, LAKP Boikot dan Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Abank poris
Selasa, 05 Maret 2019
Suasana boikot Jalan Lintas Mbawi di Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Foto AF

Dompu, Berita11.Com - Sejumlah aktivis dan puluhan warga Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP), Senin (4/3/2019) siang melakukan Boikot jalan dan menanam pohon pisang di tengah Jalan Lintas Mbawi.

Aksi boikot jalan dengan menggunakan bambu dan penanaman pohon pisang ini buntut dari kekesalan warga karena kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun dan sering terjadi kecelakaan. Selain itu aktifitas masyarakat tentu terhambat.

Massa meminta terhadap Pemerintah Kabupaten Dompu dalam hal ini Dinas Pekerja Umum (PU) agar akses jalan yang ada di Desa Wawonduru segera diperbaiki.

"Pemerintah Pekerja Umum, Bidang yang menanganinya agar segera turun untuk melihat langsung kondisi akses jalan ekonomi di Desa Wawonduru, yang dimana saat ini sangat prihatin dan sudah sangat tidak layak," teriak Rio Sulistio yang juga Koordinator lapangan (Korlap).

Sementara Romo Sultan dalam orasinya, semua yang dilakukannya demi kepentingan masyarakat luas dan pihaknya meminta terhadap pihak kepolisian agar berkoordinasi dengan pihak pihak terkait.

"Kami selaku masyara Desa Wawonduru meminta terhadap pihak kepolisian agar bisa memfasilitasi dan berkoordinasi langsung dengan pihak pemerintah Dinas Pekerja Umum Kabupaten Dompu agar segera hadir kami butuh kejelasan kapan jalan ini diperbaiki," pinta Romo.

Pantauan Berita11.com mengatakan, beberapa waktu kemudian, Pemerintah Dinas PU melalui Kasi Perencanaan, Rihul Rahman ST bersama Kapolsek Woja IPDA Rusdi, SH, didampingi Kanit IK AIPTU Sumaharto dan Kanit Sabhara AIPTU Ahmad Syarifuddin datang menemui masa aksi dan melakukan dialog.

Dalam dialognya, Rihul menyampaikan ucapan terimaksih terhadap masa aksi karena sudah menyuarakan terkait dengan adanya akses jalan ekonomi yang rusak. Rihul mengaku bahwa akses jalan dimaksud memang sudah ada dalam perencanaan untuk perbaikan dalam waktu dekat.

"Untuk itu kami akan membuka kembali jukla juknisnya agar kami mengetahui tekhnis rencana serta anggaran untuk perbaikan jalan ini," terangnya.

Setelah dipaparkan bahwa jalan tersebut akan diperbaiki kemudian massa menerima dan disepakati selanjutnya pemblokiran jalan dibuka dan penanaman pohon itu kembali dicabut oleh massa aksi dan arus lalulintas kembali normal. [AF]