Ketua Presidium Alumni 212 Bima Raya Kutuk Tragedi Penembakan di Masjid Christchurch

Iklan Semua Halaman

.

Ketua Presidium Alumni 212 Bima Raya Kutuk Tragedi Penembakan di Masjid Christchurch

Sabtu, 16 Maret 2019
Ketua Presidium (PA) 212 Bima Raya, Ustadz Ridwan Abu Ridho.


Bima, Berita11.com— Tragedi berdarah penembakan jemaah shalat Jumat di Masjid Al Noor Deans Ave dan Masjid Linwood, Linwood Ave Christchurch Selendia Baru terus menuai kecaman berbagai pihak. Tak terkecuali Ketua Presidium Alumni 212 Bima Raya, Ustadz Ridwan Abu Ridho yang mengutuk pelaku peristiwa berdarah itu.

Tragedi penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang terjadi pada Jumat, (15/03/2019) siang waktu setempat berlangsung tragis. Penyerangan terhadap para jama’ah Jum’at diawali di Masjid Al Noor, Deans Ave. Tidak membutukan waktu yang lama para teroris itu menyerang jama’ah di Masjid Linwood, Linwood Ave.

Lebih dari 40 orang dinyatakan tewas dalam penyerangan ini dan puluhan orang lainnya luka-luka. Pihak kepolisian setempat  juga masih menyelidiki motif pelaku penembakan.Atas kejadian tersebut dikecam oleh banyak pihak termasuk di Bima

Ustadz Abu Ridho Ketua PA 212 Bima Raya  saat dimintai tanggapannya melalui  telepon selurarnya mengatakan, dalam hal ini Umat Muslim yang ada di Kota maupun Kabupaten Bima mengutuk keras atas kebiadaban yang dilakukan pelaku penembakan di Newzeland Selendia Baru.

Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh pelaku sebuah desain yang direncanakan.
Kejadian itu menimbulkan kemarahan Umat Muslim di dunia maupun tanah air, khususnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Apalagi pada kejadian tersebut ada warga Negara Indonesia yang sedang melaksanakan shalat di sana.

“Sekali lagi PA 212 Bima Raya mengutuk keras atas tidakan pelaku terhadap kaum muslim yang sedang melakukan ibadah shalat ditembak secara membabi buta. Ini perbuatan yang sangat biadab,” katanya.

Abu Rodho menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi penembakan di Masjid Al-Noor dan Lindwood, Christchurch Selandia Baru yang menewaskan puluhan Muslim.

Dikatakannya, mereka yang wafat adalah syahid yang mendapatkan tempat terhormat di hadapan manusia dan Allah Azza Wa Jalla. 

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Kepada Umat Muslim Selandia Baru agar tetap tegar dan tidak surut selangkahpun dalam berislam dan berdakwah di Selandia Baru,” katanya. [MR]