Kodim 1608/ Bima Bergerak Cepat Pacu Gotong Royong Bangun Jembatan Alternatif di Sanggar

Iklan Semua Halaman

.

Kodim 1608/ Bima Bergerak Cepat Pacu Gotong Royong Bangun Jembatan Alternatif di Sanggar

Minggu, 17 Maret 2019
Dan Posramil Sanggar Kodim 1608/ Bima, Serma Aidin bersama Babinsa Memimpin Langsung Pembangunan Jembatan Alternatif Penghubung Desa Kore dan Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Minggu (17/3/2019). Pasca Hujan Deras Disertai Luapan Banjir, Infrastruktur Jembatan di Wilayah Setempat Putus.


Bima, Berita11.com— Hujan deras disertai luapan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bima, Sabtu (16/3/2019) kemarin tak hanya menggenangi pemukiman warga, namun juga menyebab putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Kore dan Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Menyikapi kondisi tersebut dan merespon aspirasi masyarakat,  Kodim 1608/ Bima melalui Dan Posramil Sanggar, Serma Aidin bersama Babinsa di dua desa setempat memimpin gotong royong pembangunan jembatan alternatif Desa Kore dan Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Minggu (17/3/2019) pagi.

Serma Aidin menjelaskan, gotong royong pembangunan jembatan alternatif adalah bentuk gerak cepat TNI menyikapi kondisi lingkungan pasca bencana banjir dan merespon harapan masyarakat yang sangat bergantung  terhadap jembatan tersebut.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk membatu masyarakat yang saat ini resah karena tidak bisa melaksanakan rutinitasnya seperti biasa akibat akses jembatan yang selama ini merupakan satu-satunya akses penghubung kedua desa terputus akibat dihantam banjir Sabtu kemarin,” ujarnya, Minggu (17/3/2019).  

Selain personel TNI, pembangunan jembatan alternatif juga melibatkan masyarakat yang ikut bergotong royong membangun jembatan darurat tersebut. harapannya, jembatan alternatif yang dibuat dapat langsung rampung dan bisa digunakan warga Desa Kore dan Desa Piong maupun masyarakat Sanggar dan Kecamatan Tambora.




Secara terpisah, Dandim 1608/ Bima, Letkol Inf Bambang Kurniawan Eka Putra mengapresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh jajarannya, secara cepat menanggapi situasi yang terjadi di tengah masyarakat. Khususnya dalam hal menangani pasca putusnya jembatan di Kecamatan Sanggar yang berdampak sulitnya masyarakat kedua desa setempat melakukan aktifitasnya.

“Pembangunan jembatan alternatif tersebut sangat penting dibangun. Demi lebih awal memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat pasca putusnya  jembatan wilayah desa setempat,” ujarnya. [AD]