KPU Kabupaten Bima Ajak Media Sukseskan Tahapan Puncak Pemilu

Iklan Semua Halaman

.

KPU Kabupaten Bima Ajak Media Sukseskan Tahapan Puncak Pemilu

Kamis, 14 Maret 2019
Komisioner KPU Kabupaten Bima Foto Bersama Wartawan yang Bertugas di Bima Usai Ngopi Bareng di Taman Kalaki Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Kamis (14/3/2019) Siang. Foto Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 meliputi pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden Republik Indonesia segera memasuki tahapan puncak yaitu pungut-hitung yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang. Sebagai elemen penting dalam mewujudkan demokrasi di Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima mengajak media untuk menyukseskan tahapan tersebut.

Ketua Devisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin, S.Pd.I mengatakan, peran media sangat penting dalam menyukseskan Pemilu 2019 termasuk dalam mendorong tingkat partisipasi masyarakat melalui pemberitaan.

Dikatakannya, media memiliki peran strategis dan pengaruh besar termasuk berkaitan keberhasilan penyelenggaraan Pemilu 2019. Apalagi media juga memiliki peranan dalam membentuk opini publik.

“Publikasi rekan-rekan media sangat berpengaruh besar pada keberhasilan penyelenggaraan Pemilu tahun 2019,” ujar pria yang juga mantan wartawan ini saat kegiatan bertajuk Ngopi Bareng Jurnalis dan KPU Kabupaten Bima yang digelar di Taman Kalaki Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Kamis (14/3/2019).

Disebutkannya, salah satu tantangan Pemilu 2019 yaitu masalah partisipasi masyarakat. Apalagi dengan model Pemilu serentak. Terdapat lima jenis surat suara yang harus dicoblos oleh masyarakat dengan model yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan upaya yang masif termasuk menyosialisasikan jenis surat suara yang sah dan tidak sah.

Diakuinya, KPU Kabupaten Bima memang telah melaksanakan perekrutan terhadap 55 relawan demokrasi (Relasi). Akan tetapi peran para relawan belum maksimal sehingga juga memerlukan partisipasi dan dukungan berbagai elemen termasuk media untuk menyukseskan Pemilu 2019.

Pada kesempatan yang sama Devisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bima, Wahyudiansyah SH MH mengatakan bahwa mengungkapkan beberapa kerawanan Pemilu 2019.

Berbagai potensi kerawan itu telah dipetakkan pihaknya dan akan disampaikan saat Rakornas bersama KPU RI. "Ada beberapa kerawanan Pemilu 2019, itu akan kita sampaikan saat Rakornas Pemilu," ujar mantan wartawan Koran Amanat Bima yang juga mantan advokat ini.

Saat Ngopi Bareng berlangsung sejumlah wartawan menyampaikan input kepada KPU Kabupaten Bima termasuk berkaitan potensi masalah dan kerawanan seperti yang disampaikan Pemimpin Redaksi Bima Ekspres yang juga Ketua Gerakan Masyarakat Pemilih Cerdas (GEMA PIS), Sofyan Asy’ari.

Pihaknya mendapatkan laporan dari volunter di lapangan saat Pemilu 2014 tentang adanya kecurangan yaitu pembagian “jatah” suara terhadap surat suara yang tidak tercoblos oleh pemilih.

Menurutnya, salah satu tantangan Pemilu 2019 yaitu tingkat partisipasi masyarakat. Apalagi masyarakat juga dihadapkan dengan lima jenis surat suara. Hal itu terkadang membuat pemilih bingung dan masa bodoh.

Konsentrasi masyarakat pemilih di Bima yaitu kertas suara untuk DPRD Kabupaten atau DPRD Provinsi dan mengabaikan kertas suara untuk calon DPR RI maupun DPD. Hal tersebut mesti menjadi atensi penyelenggara Pemilu terutama KPU karena berpotensi terulang pada Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari. [US]