KPU Kabupaten Bima tak Fasilitasi Kampanye Melalui Media Massa, Pemilih Terancam “Buta” Tentang Calon

Iklan Semua Halaman

.

KPU Kabupaten Bima tak Fasilitasi Kampanye Melalui Media Massa, Pemilih Terancam “Buta” Tentang Calon

Selasa, 26 Maret 2019
Ilustrasi.



Kota Bima, Berita11.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima tidak menfasilitasi kampanye melalui media massa. Permasalahan tersebut disorot peserta Pemilu 2019 dan mahasiswa di Bima. Permasalahannya, partisipasi dalam Pemilu 2019 terancam karena tidak semua masyarakat pemilih yang mengenali calon peserta Pemilu terutama untuk kategori DPD dan DPR RI.

Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M Haryadin S.Sos mengatakan, pihaknya meyayangkan pilihan KPU yang tidak menfasilitasi kampanye melalui media massa. Padahal sebelum KPU menfasilitasi pembuatan alat peraga kampanye (APK) calon peserta Pemilu 2019.

“Mestinya KPU Kabupaten Bima juga menfasilitasi kampanye melalui media massa. Media cetak maupun media online memiliki kelompok pembaca masing-masing,” ujarnya melalui Ponsel, Senin (25/3/2019).

Menurut dia, langkah KPU yang tak menfasilitasi kampanye melalui media massa justru merugikan peserta Pemilu karena mestinya sosialisasi dapat berlangsung maksimal. Dampaknya juga tingkat partisipasi pemilih.

“Namanya pesta demokrasi itu adalah pesta suka cita. Jadi kampanye harus dimaksimalkan termasuk melalui media massa,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Muhammadiyah Bima, Ahmad menyayangkan sikap KPU Kabupaten Bima yang tidak menfasilitasi kampanye melalui media massa.

Menurutnya, seharusnya KPU memaksimalkan upaya mendorong partisipasi. Melalui keunggulan, kecepatan dan kemajuan teknologi sekarang harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan sosialisasi atau kampanye peserta Pemilu 2019.

“Kami pernah melakukan riset dan simulasi kecil-kecilan terkait tingkat partisipasi dan waktu yang diperlukan dalam pungut hitung. Tingkat kesulitan masyarakat menghadapi berbagai jenis suara terutama surat suara yang tidak terpampang fotonya. Jangan sampai tingkat partipasi pemilih ini kurang dan Pemilu 2019 tidak maksimal,” katanya.

Dikatakannya, penyelenggara Pemilu dituntut kerja cerdas dan tepat untuk memaksimalkan pelaksanaan Pemilu 2019. Tak sekadar menggunakan pola-pola pendekatan tradisional.

“Sekarang sudah ada media, ya manfaatkan. Bukan sekadar bisa dibaikan sendiri melalui Sosmed. Sekarang era keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi, masyarakat sudah melek media khususnya media Daring karena rata-rata sudah memiliki Hp. Siapa yang tidak memiliki Hp sekarang? Hampir semuanya sudah punya. Soal jumlah pengakses itu sudah ada datanya dan jelas, semuanya melalui hasil riset dan data yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya. [US]