Lagi-lagi, Pelajar di Hu’u Kembali Jatuh Korban “Dupont Lannate”

Iklan Semua Halaman

.

Lagi-lagi, Pelajar di Hu’u Kembali Jatuh Korban “Dupont Lannate”

Senin, 18 Maret 2019
Gambar Ilustrasi


Dompu, Berita11.com - Obat Dupont Lannate merupakan racun kontak dan lambung berbentuk tepung berwarna biru muda yang dapat dilarutkan ke dalam air. Dupont Lanate juga adalah untuk mengendalikan hama pada tanaman bawang merah, kacang kedelai, kacang panjang, cabai, jeruk, kubis, tembakau, bawang putih, tomat, kacang hijau dan teh.

Namun tidak demikian, obat tersebut dimanfaatkan oleh kalangan remaja yang masih berusia rata-rata pelajar, mereka memanfaatkan untuk bunuh diri ketika menghadapi masalah, baik masalah asmara maupun keluarga. 


Pada tahun 2018 lalu, kasus serupa didominasi di wilayah Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu seperti yang disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dompu AKBP Erwin Suwondo, SIK.MIK saat menggelar siaran pers pada akhir Desember 2018 lalu.

Hingga dari bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2019 ini, sudah lima kasus kejadian bunuh diri dengan cara serupa. Korban terakhir ini dialami SK, wanita 17 tahun, yang tiada bukan adalah pelajar, warga Dusun Samakarya Desa Sawe, Minggu (17/3/2019) pagi.

SK siswa kelas III di SMKN 1 Hu’u yang juga merupakan anak yang paling pintar di sekolahnya dan barusan lulus tes jurusan pariwisata yang rencananya akan diberangkatkan ke cina pada bulan Juni 2019 mendatang guna melanjutkan Studynya sementaran. 

Hanya saja biaya pemberangkatannya menggunakan anggaran sendiri sebesar Rp. 17.000.000. tanpa ada bantuan dari pihak manapun termasuk pemerintah setempat, namun disayangkan harapan keluarga putus sampai di situ, SK tewas di dalam kamarnya diduga kuat minum racun jenis obat Dupon Lannate.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Hu’u IPTU Balok Siswantoro melalui Kepala Sub-Bagian Hubungan Kemasyarakatan Polres Dompu IPTU Sabri, SH mengatakan, SK tewas disebabkan lantaran sering melihat kedua orang tuanya bertengkar. 

Namun sebelumnya SK menginap dirumah taman sekolahnya inisial BS wanita 17 tahun di Desa Hu'u, pagi harinya SK bersama temannya kembali ke rumahnya, tak lama tiba di rumahnya SK langsung mengakhiri hidupnya.

“Pada hari minggu sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama temannya kembali kerumah korban dengan tujuan untuk mengganti pakaian karena korban bersama temannya ada kegiatan di sekolahnya setibanya dirumah korban langsung masuk kedalam kamarnya dan temannya tersebut masuk ke kamar mandi (toilet, red) dan setelah temannya tersebut kembali dari toilet masuk kedalam kamar korban temannya tersebut melihat korban dalam keadaan kejang-kejang, mulut berbusa dan diatas tempat tertidur terdapat bungkusan Dopont Lannate dan  teh botol Sosro,” jelas Kasubag Humas Polres Dompu.

BS yang melihat kejadian itu, lanjut Sabri, langsung memanggil orang tua korban untuk melihat kondisi anaknya, kemudian orangtua korban melihat anaknya kejang-kejang langsung membawa anaknya ke Puskesmas Rasa Bou untuk mendapat perawatan medis akan tetapi puskesmas tidak mampu menangani korban sehingga dilakukan rujuk ke RSUD Dompu, korban sempat dilakukan perawatan secara insetif di RSUD Dompu. Namun, sekira pukul 10.20 Wita korban tidak dapat diselamatkan.

“Pada pukul 10.40 Wita, jenazah korban dibawa kerumah duka dan akan di kebumikan pada sore hari ini di tempat pemakaman umum Desa Sawe,” terang Sabri.

Menyikapi maraknya terjadi kasus tersebut, hal ini sangat diharapkan peran aktif pemerintah dengan cara langkah-langkah pencegahan terhadap remaja sebagai bentuk menyelamatkan generasi bangsa khususnya di Kecamatan Hu’u. Karena selama ini yang melakukan bunuh diri dengan cara minum racun didominanasi para  usia dini di wilayah tersebut. [RIS]