Laka Tunggal Menewaskan Dua Pelajar di Hu'u Dinilai Janggal, GPPM Bakal Demo Mapolsek

Iklan Semua Halaman

.

Laka Tunggal Menewaskan Dua Pelajar di Hu'u Dinilai Janggal, GPPM Bakal Demo Mapolsek

Jumat, 15 Maret 2019
Perwakilan massa GPPM Kecamatan Hu'u Usai pengambilan Surat pemberitahuan aksi unjuk rasa di ruang Sat Intelkam Polres Dompu

Dompu, Berita11.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu mengisaratkan bakal melakukan demo Mapolsek Hu'u pekan depan, Senin (18/3/2019) Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu.

Isarat ini disampaikan salah satu orang yang dipercaya untuk menjadi kooordinator lapangan (korlap) aksi Irwan pada Berita11.com, Jumat (15/3/2019) malam.

Menurut mereka, kecelakaan (Laka) tunggal dengan menabrak kambing beberapa hari yang lalu menewaskan dua pelajar SMP, Sri Jumiati wanita 15 tahun warga Dusun Adu Desa Adu dan Hijrah A. Latif wanita 15 tahun warga Dusun Lanta Desa Rasabou dan satu orang yakni Aulia hingga saat ini masih koma sedang dirawat di RSUD Mataram, dalam peristiwa tersebut mereka menilai ada kejanggalan.

Irwan mengatakan, kalau dilihat dari postur korban beserta sepeda motor yang digunakan korban mereka mengindikasikan bahwa kejadian itu tidak ada unsur kecelakaan tunggal.

"Dugaan kuat kami bahwa kejadian itu bukanlah murni kecelakaan tunggal, karena dilihat dari kondisi korban sepertinya dibentur oleh benda keras, bisa jadi korban diinjak mobil apalagi korban tidak ada lecet bagian bawah," ujar Irwan.

Di sisi lain, pasca kejadian itu, Irwan mengaku, secara kelembagaan pihaknya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengcek dan melihat motif yang sebenarnya, menurut dia, setelah melihat kondisi dan keadaan bahwa peristiwa yang menewaskan dua orang pelajar tersebut diperkirakan bukan kecelakaan tunggal.

"Kami yang juga dari pihak keluarga tidak menerima atas pernyataan kapolsek bahwa kejadian itu kecelakaan tunggal apalagi hasil olah TKP dari pihak Sat Lantas belum ada. Karena yang punya tugas itu adalah Sat Lantas," ujar dia.

Irwan mengisaratkan, massa yang ikut turun melakukan aksi unjuk rasa lebih dari dua ratus orang yang terdiri dari tiga desa. "Kami akan turun dengan massa kurang lebih 250 orang dan massa itu gabungan dari tiga desa yaitu, desa Adu, Cempi Jaya dan Desa Rasabou," isarat dia.

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan keluarga korban yang juga paman dari alharhumah Jumriati, Muhtar M. Saleh 47 tahun mengatakan, pihak keluarga dalam hal ini orang tua dari almarhumah Jumiati menerima kabar melalui telpon dari seseorang setelah kurang lebih satu jam stengah almaharhum berada di Puskesmas Rasabou desa setempat.

"Orang tuanya dapat kabar ditelpon sama pak Jainudin H. Ahmad setelah lama anaknya sudah berada di puskesmas, setelah ditanya almahrum kecelakaan tunggal menabrak kambing, saya merasa heran, ko kecalakaan tunggal separah ini dibagian kepala, bahkan otaknya korban dibungkus pakai plastik, sementara badannya sedikitpun tidak ada yang terluka begitu juga dengan pakaiannya utuh," cerita Muhtar.

Dikatakannya. Pihak keluarga telah mendatangi Mapolsek setempat untuk menanyakan kejadia yang sebenarnya namun pihak Mapolsek mengatakan peristiwa itu murni kecelakaan tunggal.

"Saya bukan berarti tidak mengihklaskan kepergian anak saya, tetapi saya tidak ikhlas dengan sebuah ungkap di balik cerita ini, bahwa anak saya meninggal karena kecelakaan tunggal dengan menabrak kambing, menurut saya itu tidak logis, saya ingin anak saya pergi tanpa beban dan meninggalkan cerita yang benar," terangnya.

Secara terpisah, Kepala Kepolisia Sektor Hu'u Polres Dompu IPTU Balok Siswantoro saat dihubungi via pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya sudah menunjukan semua alat bukti terhadap keluarga korban bahkan dua orang saksi yang melihat kejadian itu yang tidak jauh dari lokasi TKP.

"Pihak keluarga sudah melihat sisi TVnya. Dan keterangan dua orang saksi. Saksi dengan TKP jarak kurang lebih lima meter. Jadi murni laka tunggal," jelas Kapolsek Hu'u

Untuk mengetahui lebih jelas atas peristiwa itu, pihaknya mengarahkan ke Sat Lantas Polres Dompu. "Lebih pasnya datang ke unit laka Polres.Temui kanitnya.
Kasus tersebut di tangani unit laka Res Dompu," sarannya. [RIS]