Marak Bunuh Diri di Hu'u, DPRD Desak Bupati Dompu Bentuk Timsus

Iklan Semua Halaman

.

Marak Bunuh Diri di Hu'u, DPRD Desak Bupati Dompu Bentuk Timsus

Selasa, 19 Maret 2019
Abdullah, S.Kel Anggota DPRD Dompu perwakilan PKS. Foto Ist

Dompu, Berita11.com - Rentetan peristiwa bunuh diri dengan cara meminum racun semakin meningkat di kalangan Masyarakat yang didominan para remaja lebih khusus di wilayah Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu Provinsi NTB Terhitung sejak bulan Januari hingga Maret 2019 ini sudah ada tujuh kasus termasuk mencoba bunuh diri.

Oleh sebab itu, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Dompu Abdullah S. Kel. mendesak Bupati Dompu agar dibuatkan tim khusus (timsus) dalam penanganan hal tersebut seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) supaya digencarkan sosialisasi untuk mencegah maraknya terjadi kasus bunuh diri.

Desakan ini tertuang melalui media sosial Facebook dalam bentuk surat terbuka yang diposting tadi malam, Senin (18/3/2019) sekira pukul 21.10 Wita.

Menurut pria perwakilan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kasus bunuh diri yang terjadi di kalangan masyarakat khususnya di Kecamatan Hu’u sudah dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga dia meminta kepada Bupati Dompu dan Jajarannya bersama Muspida maupun pihak terkait di Kabupaten Dompu agar segera mengambil tindakan yang diperlukan sehingga masalah yang sama tidak terulang menimpa masyarakat Kecamatan Hu’U dan masyarakat di Kecamatan lain di Kabupaten Dompu.
Surat terbuka untuk Bupati Dompu yang diposting di akun Fecobooknya

Dalam surat itu juga, Abdullah meminta agar semua toko yang menjual obat - obat pertanian dan sejenisnya supaya diberikan himbauan keras tertulis sementra ini guna tidak memberikan palayanan terhadap pembelian obat dengan kadar berbahaya.

“Terutama tidak melayani pembeli usia anak dan remaja atas kebutuhan apapun," pinta dia.

Selain itu, Abdullah meminta perhatian semua pihak terutama orang tua, pihak Sekolah dan Pemerintah Desa setempat agar bahu membahu melakukan upaya bersama dalam menciptakan Iklim ramah anak dan secara terus menerus melakukan pembinaan penyuluhan tentang nilai keimanan dan ketaqwaan, juga berkaitan dengan Penguatan Ketahanan Keluarga dan lain-lain di masing-masing rumah tangga, lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Tak ketinggalan juga Abdollah meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu agar mengambil peran dalam pembinaan mental spiritual masyarakat di daerah ini.

Dia berharap semoga upaya tersebut membawa kebaikan untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa. [RIS]