Modus, Kasus Pencabulan di Desa Banggo Diduga Sengaja Diseting Istrinya Sendiri

Iklan Semua Halaman

.

Modus, Kasus Pencabulan di Desa Banggo Diduga Sengaja Diseting Istrinya Sendiri

Senin, 25 Maret 2019

 
Gambar ilustrasi

Dompu, Berita11.com - Kasus pencabulan diduga dilakukan salah seorang Marbot inisial HMN 53 tahun, warga Dusun Mustika Desa Banggo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu yang melibatkan Melati (nama disamarkan) wanita 15 tahun yang merupakan pelajar SMP kelas III, ternyata diduga sengaja diseting oleh Ibu kandungnya inisial JBD 47 tahun yang tiada bukan adalah istri HMN.

Sebelum dilakukan pelaporan, JBD memaksa Melati serta melakukan kekerasan dengan cara memukul hingga mengeluarkan darah dimulut Melati. Tujuannya agar Melati mau mengaku bahwa HMN seolah yang melakukan pencabulan tersebut.

Setiap hari Melati terus diancam oleh ibunya, bahkan saat menggoreng jajan (tahu isi) bertempat di samping kios tempat mereka berjualan, ibunya mengancam jika Melati masih belum turuti keinginannya, sebelum terpenuhi dan dituruti keinginannya, dia belum berhenti melakukan kekerasan sehingga Melati menurutinya.

Prihal ini dibenarkan adik kandung Melati, inisial NA wanita 12 tahun yang juga setiap hari tidak pernah jauh dari mereka. Bahkan, suatu saat NA menceritakan hal tersebut kepada warga setempat, akibatnya, malah NA kena tamparan dari Ibunya dan diomelin sama Melati.

"Kita sudah capek buatin jebakan supaya bapak kamu masuk di penjara malah kamu yang ingin masukin kami di penjara," terang NA pada Berita11.com dengan menggunakan bahasa daerah, Jumat (15/3/2019) sore.

Menurut NA, jika Ibunya dan Melati rencananya berhasil menjebloskan HMN dalam penjara mereka akan kabur dan bersenang senang di Sumbawa bersama ayah kandung Melati.

"Mama dan Melati belum puas kalau bapak belum masuk penjara, kalau sudah terpenuhi keinginan mereka. Mereka akan kabur tinggalin dompu dan pergi ke Sumbawa," tutur NA yang dikutib dari pernyataan Ibunya dan Melati.

Tak hanya itu, kebohongan itu juga terbongkar saat Hp milik Melati diambil saudara kandungnya Arahmah pria 23 tahun, dia melihat semua foto antara keluarga Sumbawa bersama Ibunya dan Melati. Dalam foto itu tertera tanggal dan tahun saat pemotretan.

"Dalam foto itu, kalau dilihat secara kasat mata dari tanggal dan tahunnnya bahwa mereka telah berada di Sumbawa sudah lama tinggal di rumah selingkuhannya (Ayah Kandung Melati, red) di situ juga melati punya pacar yang setiap saat ada dalam rumah itu," ujar Arahman.

Sebelumnya, Arahman merasa kaget setelah mengetahui bahwa Ibunya sudah berbulan bulan berada di Sumbawa setelah balik dari TKW tinggal bersama selingkuhannya yakni di Desa Sengon Kecamatan Maronge. Arahman mengetahui itu saat menjemput adiknya Melati karena sudah berbulan bulan Melati di Sumbawa.

Menurut dia Ibunya setelah balik dari TKW ternyata tidak langsung balik ke rumah untuk bersatu kembali dengan pihak keluarga yang sudah bertahun tahun ditinggalkannya. Akan tetapi dia lebih memilih tinggal bersama selingkuhannya.

"Selama ini dia (Ibunya, red) ternyata ada di Sumbawa di tempat keberadaan Melati, saya tahu berawal dari saya menjemput Melati, tiba di sana saya kaget, selama ini kami tahu dia masih berada di luar negeri," ujar Arahman, pekan lalu, Senin (11/3/19) sore.

Ironinya, selama 12 tahun kerja di Saudi menjadi TKW lanjut Arahman, Ibunya mengirim uang baru dua kali dengan total sebanyak Rp3 juta namun sebelumnya keluarga sempat hilang kontak dengan ibunya selama tujuh tahun.

"Setelah komunikasi lancar dengan kami baru ibu kirim uang, itupun baru dua kali, pertama dia kirim Rp1,5 juta dan ke dua kalinya Rp1,5 juta," papar dia.

Dilain waktu, tetangga terduga yang berada di samping rumah mereka, juga tahu persis keseharian Melati, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Banggo Hamdan 52 tahun. Dia menjelaskan bahwa Melati sebelumnya memang pernah pergi ke Sumbawa sejak bulan Mei hingga Juli tahun 2018 lalu.

"Melati pernah pergi ke Sumbawa tahun lalu tinggal di sana beberapa bulan. Setelah pulang dari sana, Melati berubah drastis sering mengalami pingsan dan terkadang sering melamun," jelas dia saat disambangi di kediamannya, Minggu (17/3/19) siang.

Masih informasi dari tetangga, yang juga tidak jauh dari tempat mereka Iksan pria 38 tahun. Menurut dia HMN orang yang sabar dan tidak pernah meninggalkan kewajiban lima kali sehari semalam meskipun istrinya sudah sering melakukan perselingkuhan sehingga melahirkan Melati hasil garapan di luar nikah, namun HMN tetap sabar menerima perlakuan istrinya.

"Waktu panen gabah di Sumbawa HMN ini pulang dengan sendirian sementara istrinya kabur tidak tahu kemana, tau taunya pulang sudah berbadan dua anaknya melati ini namun HMN tetap sabar menerima istrinya dan membesarkan si melati ini," paparnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Dompu Daniel P. Sumangungso, SIK saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, proses kasus tersebut tetap bergulir bahkan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyelidikan (SPDP) telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Kami harus menjalankan tugas dan kewajiban sebagaimana diatur dalam undang-undang, bahkan berkas kasus ini sudah di SPDP," jelas Kasat Reskrim belum lama ini.

Dalam kesempatan yang sama ibu Melati saat dikonfirmasi di ruang lobi depan ruangan Kanit PPA dan Kanit TIPITER Polres Dompu mengatakan, kasus tersebut tidak ada lagi upaya untuk damai.

Meskipun Melati sudah sepakat untuk damai sehingga Kepala Desa Banggo dan disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa membuat surat permohonan untuk mencabut kembali laporan BAP dan ditanda tangani oleh Ibunya dan Melati beberapa waktu lalu. Namun, sekarang Melati berubah pikiran akan melanjutkan perkara kasusnya.

"Tidak ada kesempatan damai, kasusnya tetap lanjut, memang kemarin di kantor desa saya dan Melati menandatangani surat permohonan itu," ujar ibu melati pada Berita11.com.

Diakuinya, ayah kandung Melati yang di Sumbawa memang sudah pernah menikah dengan cara nikah sirih dan itu masih dalam tangan HMN namun setelah tujuh bulan mengandung Melati kemudian kembali lagi dengan suami sah nya yang tiada bukan HMN.

"Saya nikah dengan bapak aslinya Melati memang belum cerei sama HMN kami sedang pisah ranjang, kami dinikahkan sama orang di sana (Sumbawa, red)," akuinya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang sudah siap menerima resiko bahwa rumah tangga akan hancur ibu melati dengan santai menjawab sudah siap menerima resikonya.

"Kalau memang cerei yaa terima saja apalagi melati tidak mau damai," jawab dia. [RIS]