Panen Jagung di Desa Taropo Tahun ini Hasilnya Meningkat

Iklan Semua Halaman

.

Panen Jagung di Desa Taropo Tahun ini Hasilnya Meningkat

Abank poris
Selasa, 05 Maret 2019
Para petani jagung sedang jemur jagung setelah dipanen Foto Jul

Dompu, Berita11.com - Para petani jagung di Desa Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu sejak pekan lalu sudah mulai panen dan hasilnya pun meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

Pada tahun sebelumnya, dalam satu hektare lahan jagung biasanya menghasilkan sebanyak enam hingga tujuh ton saja. Tapi, pada panen kali ini, produksi pertanian jagung di desa tersebut mampu mencapai delapan hingga 10 ton per hektare.

Hal ini dibuktikan salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Taropo, Ade Mariadi saat ditemui Berita11.com, di desa setempat, Senin (4/3/2019) sore. Menurut dia, kualitas hasil jagung pada tahun ini memang sangat bagus dengan kadar air 17 hingga 18 persen. Sementara, luas lahan di desa Taropo tercatat sekitar 3000 hektare.

"Saya sebagai PPL di Desa Taropo sangat bersukur dengan antusiasme masyarakat memilih jagung sebagian dari kebutuhan untuk mengurangi angka kemiskinan, dan saya pun sangat mengharapkan bilamana pemerintah ikut mendukung para petani di desa kami terutama masalah stabilitas harga jagung sehingga para petani juga ikut mendukung program PIJAR yang menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Dompu," ujar dia

Diakuinya, produktivitas pada penanaman jagung tahun ini lebih meningkat jika dibandingkan dari tahun tahun sebelumnya, bibit yang dipilih masyarakat berfariasi ada bibit PIONER, BISI, NK, DK, dan ADV.

"Dengan hasil yang sangat fantastik ini bukan hanya saya, namun para pedagang jagung terutama para gudang penampung jagung telah mengakui bahwa jagung di Desa Taropo telah memenuhi standar Nasional dengan kualitas terbaik," akuinya.

Sementara itu, Kepala Desa Taropo Rano Karno, S.Pd sangat mengapresiasi terhadap semangat warganya yang begitu tinggi meskipun dalam satu desa itu ada beberapa etnis suku yang berbeda yakni Jawa, Bali, Lombok, Dompu dan Bima akan tetapi rasa kebersamaan yang dibangun saling membantu satu sama lain sehingga harmonisasi terbangun secara kolektif.

"Ini adalah rasa bangga saya yang sangat luar biasa. Saya sebagai Pemerintah Desa sangat mendukung program PIJAR dan itu terbukti bahwa program tersebut disambut dengan baik oleh masyarakat khususnya di Desa Taropo," ujar Rano yang juga Pelaksana Tugas sebagai Kepala Desa setempat.

Dikatakan Rano, program PIJAR yang berjalan sejak kepemerintahan Drs. H. Bambang M. Yasin, menurut dia telah sukses. Dengan suksesnya program tersebut maka, dia berharap terhadap pemerintah harga jagung pun ikut sukses sesuai harapan masyarakat.

"Petani di desa kami menanam jagung hanya sekali setahun dengan mengandalkan air hujan tidak seperti di desa desa lain yang bisa menanam sampai dua kali setahun, maka dari itu masyarakat sangat menginginkan harga jagung juga setidaknya ikut sukses juga dan masyarakat kami tetap semangat mendukung program jagung dengan komoditas terbaik," tandasnya. [JUL]