Satgas TMMD Wilayah Kodim 1614/ Dompu Berikan Terbaik untuk Masyarakat

Iklan Semua Halaman

.

Satgas TMMD Wilayah Kodim 1614/ Dompu Berikan Terbaik untuk Masyarakat

Senin, 04 Maret 2019
Anggota Satgas TMMD ke-104 Wilayah Kodim 1614/Dompu dan Sedang Menyelesaikan Pemasangan Keramil Musala Nurul Asyah Ukuran 5x6 Meter di Dusun Doro Mbe'e Desa Lanci Jaya Keamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Foto US.


Dompu, Berita11.com  Selain mewujudkan pembangunan sejumlah infrastruktur yang dibutuhkan rakyat, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Tahun 2019 Wilayah Kodim 1614/ Dompu memberikan berbagai output terbaik untuk masyarakat.

“Kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat.  Intinya yang menjadi masalah sosial sekarang ini kita bantu menyelesaikan melalui Pemda, kita (Satgas TMMD) sebagai jalannya dari Pemda mensosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Dandim 1614/ Dompu selaku Komandan Satgas TMMD ke-104 Tahun 2019 Wilayah Kodim 1614/ Dompu, Letkol Czi Arief  Hadiyanto S.I.P kepada Berita11.com di Dompu, Senin (4/3/2019).

Sejumlah persoalan sosial yang juga dihadapi Pemerintah Daerah menjadi perhatian Satgas TMMD termasuk permasalahan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di Kabupaten Dompu terutama di lokasi pelaksanaan TMMD ke-104 di Kecamatan Manggelewa.  Anggota Satgas TMMD memberikan bantuan sosialisasi penanganan permasalahan tersebut kepada masyarakat.

“Dengan adanya ini (TMMD) kita tetap melaksanakan Wasbang (penyuluhan wawasan kebangsaan) terutama yang sudah diprogramkan dari satuan atas. Tidak hanya Wasbang, dengan Polres kita juga komunikasi masalah Narkoba, dengan Dinas Kesehatan, masalah KB Kesehatan. Sekarang ini masalah rabies yang sudah KLB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan bergerak sama. Kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Dandim.

Pada pelaksanaan TMMD, Satgas tidak menekankan masyarakat untuk wajib ikut berpatisipasi setiap hari, melainkan menyesuaikan kondisi atau kesibukan warga.

“Seperti Teka Sire masyarakat banyak yang kesulitan karena kondisi ekonomi. Mereka jadi buruh, petani jagung, penjaga jagung.  Kita tidak bisa memaksanakan mereka harus semuanya kerja,” ujar Dandim.

“Kita ambil mereka, kalau mereka punya pekerjaan khusus jangan sampai dia membantu TMMD tapi tidak bisa membantu memberi nafkah kepada keluarganya. Kalau tidak ada kesibukan, silahkan membantu Satgas TMMD.  Kan kita hanya bekerja buat masyarakat, bukan buat perorangan,” tambah Dandim. [US]