Satu Keluarga Dirampok saat Menikmati Pemandangan Pantai Wane

Iklan Semua Halaman

.

Satu Keluarga Dirampok saat Menikmati Pemandangan Pantai Wane

Senin, 04 Maret 2019

Korban saat Berada di Kantor Kepolisian Sektor Monta Kabupaten Bima.

Bima, Berita11.com— Aksi perampokan atau pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di objek wisata Kabupaten Bima. Korbannya satu rombongan keluarga yang sedang menikmati pemandangan Pantai Wane Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Minggu (3/3/2019) siang.

Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor (Polres) Bima, IPTU Hanafi menjelaskan, peristiwa perampokan terjadi setelah lima korban yang semuanya berasal dari Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima itu tiba di objek wisata Pantai Wane Desa Tolouwi 
menggunakan tiga sepeda motor sekira pukul 12.30 Wita.

Setelah sempat berfoto di pinggir pantai, sekira pukul 14.20 Wita tiba-tiba datang kawanan perampok tiga orang yang tidak dikenal langsung menghampiri korban sambil mengacungkan parang dan meminta smart phone milik para korban.

“Karena ketakutan, para  korban menyerahkan HP (smart phone) yang dimilikinya kepada pelaku. Kemudian pelaku pergi meninggalkan tempat tersebut,” ujar IPTU Hanafi.

Dikatakannya, setelah itu sekira pukul 17.00 Wita datang salah seorang warga Desa Tolouwi yang tidak dikenali oleh para korban mengembalikan smart phone milik korban. Setelah itu, warga tersebut bergegas meninggalkan para korban.

Sejumlah barang berharga milik korban yang sempat dirampok yaitu Ponsel canggih merek Samsung, Xiomi, Fivo, Fivo A 73. Para korban perampokan merupakan warga yang masih berusia remaja yaitu Sintia David, Timotius, Awalia, Riki dan Justin Irianto.

Hanafi menjelaskan, aparat Kepolisian Sektor Monta dan Polsubsektor Wilamaci masih melaksanakan penyelidikan terhadap kasus perampokan tersebut, kendati barang-barang milik korban telah dikembalikan pelaku melalui orang yang tidak dikenal para korban.

“Para korban tidak mau melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada pihak Kepolisian. Walaupun para korban tidak mau mengajukan laporan secara resmi kepada pihak Kepolisian,  namun pihak Kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap  pelaku pencurian (perampokan) tersebut,” ujarnya.

Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K menghimbau masyarakat yang mendatangi  tempat wisata agar tidak membawa  barang-barang berharga. Terutama ketika mendatangi objek yang  jauh dari perkampungan atau kondisi sepi. [AD]