Tanggapi Screen Shoot WAG yang Beredar, Persaudaraan 212 Bima Kerahkan 10.000 Orang Back Up KPU

Iklan Semua Halaman

.

Tanggapi Screen Shoot WAG yang Beredar, Persaudaraan 212 Bima Kerahkan 10.000 Orang Back Up KPU

Sabtu, 30 Maret 2019
Ketua dan Bendahara Persaudaraan 212 Bima Raya Bersama Ketua Gerindra Kota Bima Usai Menyampaikan Keterangan kepada Wartawan di Sekretariat Partai Gerindra Kota Bima di Kelurahan Melayu, Sabtu (30/3/2019). Foto MR.


Kota Bima, Berita11.com Persaudaraan 212 Bima Raya menanggapi screen shoot dugaan percakapan Whatsapp Group (WAG) yang diduga berisi penggalangan dukungan untuk Capres 01. Persaudaraan 212 mengisyaratkan akan mengerahkan 10.000 orang untuk memback up Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga TNI-Polri.

Ketua Persaudaraan 212 Bima Raya, Ustadz Ridwan Abu Ridho mengatakan pihaknya sudah menerima screen shoot WAG yang beredar. Menurutnya, jika hal itu benar maka kontradiktif dengan statmen Kapolri yang mengatakan anggota Polri ditarik ke tengah.

“Sebenarnya kami dari 212 Bima Raya akan ada rencana  audensi terkait tersebut hari ini dengan Kapolres dan Dandim 1608 Bima. Kami sudah siap-siap cuma dari sekretaris 212 Bima dan Ketua Penasehat 212 Bima Raya H Nazamuddin minta diundur untuk sementara waktu,” kata Ustadz Ridwan Abu Ridho di Melayu, Sabtu (30/3/2019).

Ridwan Abu Ridho memastikan masyarakat Bima tidak akan terpengaruh apapun dari upaya pihak-pihak tertentu melakukan penggalangan. “Kami sudah komitmen untuk memenangkan Prabowo Sandi, apapun yang terjadi itu stetmen kami dari 212,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya sudah ke setiap kelurahan di Kota Bima dan desa-desa di Kabupaten Bima. “Sudah saya  jelajahi semua, mereka (masyarakat) tidak akan pernah terpengaruh. Jangan pernah bisa takut dengan apapun, jangan pernah bermimpi kalau mereka bisa ditakut-takuti dan bisa disuap,” katanya.

Ditegaskannya, Persaudaraan 212 tetap akan memback up seluruh masyarakat yang sudah komitmen atau punya akad memenangkan Prabowo Sandi. Harapan 212 dan seluruh masyarakat Bima, Prabowo harus jadi presiden. “Kami tidak akan pernah berhenti bergerilia bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, 212 sudah mengkondisikan masyarakat agar tidak gampang terprovokasi diberikan hadiah dan Sembako dan iming-iming lain.

“Persoalan sekarang bukan masalah hoaks  atau tidaknya,  yang jelas sekarang sudah muncul di media, masyarakat sudah tahu,” katanya.

Ridwan Abu Ridho juga meminta KPU agar selalu independen. 10.000 pasukan 212 akan mengawal Pemilu di Bima. 10.000 pasukan tersebut akan memback up KPU dan juga polisi dan TNI sepanjang bisa dinyatakan independen dan netral.

“Persoalan ini, Kapolri tahu tidak permasalahan WA ini, kalau Kapolri tahu harus cepat dan segera bertindak,” katanya.  

Sementara itu, pada kesempatan yang sama,  Bendahara Persaudaraan 212 Bima Raya, Ustadz Yadin Abu Ukasya  meminta  pihak TNI maupun pihak Kepolisian harus menjaga netralitas.  “Jadilah TNI - Polri itu menjadi institusi negara, jadilah TNI-Polri itu menjadi pelayan masyarakat,  tidak boleh memihak salah satu Paslon,” tandasnya. 

Dikatakannya, kalau ini TNI-Polri itu memihak salah satu Paslon, maka rakyat indonesia keseluruhan akan hilang kepercayaannya kepada institusi negara tersebut.

“Perlu digarisbawahi TNI- Polri adalah institusi Negara, bukan institusi pemerintah, berarti institusi milik negara bukan milik pemerintah saja, yang artinya milik rakyat,” katanya.

Sebelumnya, pihak Polres Bima Kota menegaskan, bahwa screen shoot WAG yang berisi percakapan upaya penggalangan dukungan untuk Paslon  Presiden adalah hoaks.

Kapolres Bima Kota, AKBP Erwin Ardiansyah melalui group whatshapp media menegaskan bahwa dirinya diuji dengan fitnah. 

“Doain saya ya, sudah susah disini (di Kota Bima, red) hidup di perantuan, di fitnah pula,” kata Kapolres menyampaikan klarifikasi terhadap informasi screen shoot WAG yang beredar.  [MR]