Tim Wasev TMMD dan Bupati Dompu Ingatkan Bahaya Penggunaan Medsos secara Berlebihan

Iklan Semua Halaman

.

Tim Wasev TMMD dan Bupati Dompu Ingatkan Bahaya Penggunaan Medsos secara Berlebihan

Sabtu, 23 Maret 2019
Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin Berbincang dengan Brigjend TNI Hendrawan S.IP, Tim Wasev TMMD ke-104 dari Mabes TNI AD. Foto US Berita11.com.


Dompu, Berita11.com— Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 tahun 2019 dari Mabes TNI AD, Brigjend TNI Hendrawan, S.IP dan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin mengingatkan masyarakat Manggelewa Kabupaten Dompu yang menjadi lokasi sasarn TMMD ke-104 agar mewaspadai penggunaan media sosial (Medsos) secara berlebihan.

Brigjend TNI Hendrawan, S.IP mengatakan, perkembangan teknologi salah satu aplikasi Medsos sejatinya memudahkan sistem komunikasi masyarakat. Akan tetapi di tengah perkembangan itu, muncul permasalahan komunikasi sosial masyarakat secara langsung. Bahkan saat bertemu, warga bukanya berkomunikasi langsung namun sibuk memerhatikan gadget atau Ponsel masing-masing.

Kalau dulu bisa satu meja bisa komunikasi, kalau sekarang sibuk dengan gadgetnya sendiri. Bahkan sekarang ini mau berangkat ke mana saja yang dicari Hp,” ujar Hendrawan.
Permasalahan saat ini munculnya gerasi cuek seperti remaja introver. Hal tersebut harus menjadii perhatian orang tua dengan menghilangkan sekat komunikasi antar anak dan orang tua.

Sistem komunikasi sudah jalan tapi kita terlena, karena di dalam Hp ini sudah muncul komunikasi, yang parah di dalam Hp ada permainan. Dengan yang jauh kita dapat komunikasi di Facebook, dengan teman yang jauh kita komunikasi, tapi yang dekat tidak,” 
ujarnya.

Dikatakannya, kondisi dulu dan saat ini berbeda. Bahkan ada guru yang tidak memberikan catatan kepada siswa, namun menyuruh menyari bahan pelajaran melalui Hp. Proses belajar mengajar pun berbeda.

“Pandai-pandailah memilah karena banyak informasi sesat, belum tentu kebenarannya. Pandai- pandai menggunakan sosial media, dipilah-pilah. Mari kita sama-sama, ketika kita menerima informasi di media sosial, untuk menolak pemberitaan bohong ataupun ujaran kebencian, Minimal bertanya sebelum Anda sebarkan, agar tidak muncul fitnah dan dosa baru ibu-bapak,” ujar Hendrawan saat bertatap muka dengan masyarakat Manggelewa di Pasar Desa Lanci Jaya, Kamis (21/3/2019).

Pati TNI yang pernah bertugas sebagai Satgas Tinombala ini menyarankan agar masyarakat memanfaatkan kemudahan informasi dan perkembangan IT untuk mendapatkan informasi bermanfaat seperti cara bertanam yang tepat, cara berternak ayam broiler maupun hal positif lainnya.

Sementara itu, Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin menyebutkan, terdapat  beberapa fenomena sosial yang berkembang di dalam pemberintaan dan media sosial yang terjadi di tengah masyarakat Dompu yaitu di Kecamatan Hu’u.

Sebulan terakhir beberapa remaja nekat bunuh diri. Penyebabnya karena kegagalan komunikasi dengan orang tua dan persoalan asmara. “Dua tahun terakhir ada tujuh orang gadis yang meninggal bunuh diri, karena masalah asmara dan kegagalan komunikasi dengan orang tua. Ini menjadi tantangan kita bersama,” katanya.

Selain itu, kata Bupati HBY, beberapa kasus perceraian ditangani Pengadilan Agama (PA) akibat cinta lama bersemi kembali setelah berkomunikasi melalui Hp.

“Kasus perceraian  akibat rindu melalui Hp. Cinta lama bersemi kembali lagi melalui media sosial, inilah hal yang terjadi di masyarakat kita, Masalah komunikasi antarkita. Rata-rata kejadian di kamar, orang tua tidak bisa membaca gelagat anaknya,” katanya.

Menurut H Bambang, tidak boleh ada distorsi hubungan antara anak dengan orang tua atau dengan tetangga. “Kita akan bergerak dan membangun komunikasi dengan orang tua agar tidak mis komunikasi, tidak ada distorsi hubungan antara orang tua, anak dan tetangga,” ujarnya. [US]