TMMD ke-104, Kado TNI untuk Masyarakat di Desa yang Pernah Dikunjungi RI 1

Iklan Semua Halaman

.

TMMD ke-104, Kado TNI untuk Masyarakat di Desa yang Pernah Dikunjungi RI 1

Jumat, 22 Maret 2019
Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin Ikut Mencampur Semen dan Memasukannya ke Dalam Ember untuk Memotivasi Masyarakat dan Anggota Satgas TMMD yang Sedang Membangun Tempat Wudhu di Musala Nurul Aysah Dusun Doro Mbe'e Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, Kamis (21/3/2019). Saat itu, Bupati Dompu Mendampingi Tim Wasev TMMD ke-104 dari Mabes TNI AD, Brigjend TNI Hendrawan, S.IP. Foto US Berita11.com.

Dompu, Berita11.com  Bagi masyarakat Desa Lanci Jaya dan Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa serta Pemerintah Kabupaten Dompu, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Tahun 2019 merupakan kado spesial yang diberikan TNI. Karena mampu mewujudkan harapan sebagian besar masyarakat terutama pembukaan akses jalan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin (HBY) saat mendampingi Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-104 dari Mabes TNI AD, Brigjen TNI Hendrawan S.IP  dan Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP selaku Komandan Satgas TMMD ke-104.

Menurutnya, kemanunggalan TNI merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh rakyat terutama dalam upaya membantu pemerintah daerah mewujudkan kesejahteraan masyarakat.  Pada 10 tahun lalu, Kabupaten Dompu selalu tersisih dari daerah lain. Bahkan namanya nyaris tidak disebutkan dalam kategori daerah-daerah yang memiliki keunggulan dan prestasi. Bahkan yang disebut dan dikenal itu adalah Kabupaten Bima. Kami tertantang untuk itu saat memimpin daerah ini,” ujar Bupati HBY.

Bupati HBY mengaku melihat kondisi geografis, potensi sumber daya alam Kabupaten Dompu dan inspirasi pengembangan sektor pertanian di Kalimantan membuat dirinya pada tahap awal memimpin Dompu bertekad mengembangankan sektor pertanian dan rumpunnya melalui program terpijar. Salah satu komoditi yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Dompu yang umumnya bukan 100 persen lahan tadah hujan yaitu jagung.

Jagung di Dompu ini kita mulai dari TNI dan Polri. Kita bagi tanggung jawab tumbuh kembangnya jagung. Para Bintara dikasi tanggung jawab 100 hektar. Begitu jagung berkembang, masyarakat ramai-ramai menanam jagung. Ndak punya lahan pun TNI tetap hebat mengembangkan jagung,” ujarnya di hadapan Tim Wasev TMMD dari Mabes TNI.

Menurutnya, dalam dua periode kepemimpinannya pengembangan jagung menjadi sektor andalan dan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Dompu. Bahkan jagung Dompu berhasil diekspor hingga luar negeri seperti Filipina.

Bagi Bupati Dompu, keberhasilan pengembangan jagung dan beberapa komoditi pertanian di daerah yang dipimpinnya dengan slogan Nggahi Rawi Pahu (Kerja Nyata), juga adalah berkat jasa TNI. Hal itu menjadi pertimbangan bagi pihaknya untuk mengalokasi dukungan anggaran banyak untuk pelaksanan TMMD ke-104 tahun 2019 di Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu.

Saat Melihat Tahap Akhir Pembangunan Rumah Penyandang Disabilitas  oleh Satgas TMMD ke-104 di Dusun Mujur Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa, Tim Wasev TMMD dari Mabes TNI AD, Brigjend TNI Hendrawan, S.IP dan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin Memberikan Motivasi kepada Askar dan Keluarganya. Foto US Berita11.com.

Desa Lanci Jaya dan Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu menjadi “lumbung” jagung yang hasilnya berhasil diekspor sampai ke Filipina. Bahkan keberhasilan pengembangan jagung sampai diadopsi beberapa daerah tetangga seperti Kabupaten Bima Provinsi NTB. Dua daerah di Provinsi NTT yakni Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur pernah melakukan studi tiru keberhasilan pengembangan jagung di Kabupaten Dompu.

Desa Lanci adalah desa yang tak jauh dari Gunung Tambora. Desa dengan jumlah penduduk sebanyak 3.998 jiwa ini pernah dikunjungi Presiden Republik Indonesia (RI 1) saat meresmikan  Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) tahun 2015 silam, melihat dari dekat limpahan jagung di desa setempat.

Rakyat saya ada yang sedang tanam jagung, tanam padi. Ini menjadi keseharian masyarakat. Kita sedang menyelesaikan proyek irigasi. Nanti air Dam Tanju dialirkan ke sini. Bila perlu tanam padi lima kali setahun, panen jagung dua kali setahun. Pak Jokowi sudah umumkan beberapa waktu lalu harga jagung 3.150, kemarin ada yang jual jagungnya sampai lima ribu,” ujar Bupati Dompu.

HBY optimis dengan adanya pembukaan jalan ekonomi oleh TNI melalui program TMMD ke-104 tahun 2019 di Desa Lanci Jaya dan Tekasire secara langsung akan berdampak terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kita terima kasih kepada bapak-bapak TNI, dengan adanya jalanya masuk ke ladang, mau bawa pupuk ke ladang juga mudah. Mau pakai motor atau mobil bisa. Saya berterima kasih kepada bapak-bapak TNI, sudah membuka jalan, membangun irigasi, musala. Itu menjadi ladang amal bapak-bapak TNI.  Mudah-mudahan hasil panen jagung yang lima ton jadi 10 ton, yang dari 10 ton jadi 15 ton atau 20 ton,” katanya.

Selain yakin terhadap output program fisik TMMD, Bupati HBY juga optimis kegiatan Komsos TNI dan upaya menghidupkan kembali gotong royong akan dapat merangsang kembali nilai-nilai kebersamaan di dalam masyarakat yang mulai terkikis.

Menurutnya pada era digitalisasi dan melubernya informasi seperti saat ini, bukan rahasia jika terdapat sekat komunikasi di tengah masyarakat. Nilai-nilai komunikasi sosial di tengah masyarakat berkurang dan perannya diganti dengan media sosial. Maka tidak heran muncul kebuntuan dalam rumah tangga, antara anak dan orang tua muncul distorsi komunikasi seperti yang menjadi pemicu masalah beberapa kasus bunuh diri di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Masalah komunikasi antar kita. Rata-rata kejadian di kamar, orang tua tidak bisa membaca gelagat anaknya. Kita akan bergerak bersama TNI dan tokoh agama, membangun komunikasi dengan orang tua, agar tidak miss komunikasi, tidak ada distorsi hubungan antara orang tua, anak dan tetangga,” ujar Bupati HBY.

Tokoh masyarakat Dusun Doro Mbe’e Desa Lanci Jaya, Abubakar menyampaikan apresiasinya kepada TNI AD yang telah mampu mewujudkan harapan masyarakat desa setempat terutama mewujudkan pembukaan jalan ekonomi di Dusun Doro Mbe’e.

Menurutnya, pembukaan akses jalan ekonomi sangat strategis dan berniai ekonomi bagi masyarakat dusun setempat yang hampir 90 persen merupakan petani jagung. Dengan adanya jalan ekonomi akses ke ladang semakin lebih mudah karena bisa dilalui dengan kendaraan sepeda motor maupun mobil. Selain itu, harga-harga tanah di sekitar lokasi pembukaan jalan ekonomi secara otomatis akan naik.

“Banyak sekali manfaat yang diberikan oleh TNI melalui program TMMD ini. Selain membuka jalan ekonomi, TNI juga membantu pembangunan Musala Nurul Asyah di dusun kami,” ujar Abubakar di Desa Lanci Jaya, Kamis (21/3/2019).

Bagi Abubakar, TMMD ke-104 Tahun 2019 adalah kado spesial yang diterima oleh dia dan masyarakat Desa Lanci Jaya setelah 14 tahun TMMD tidak pernah menyentuh desa setempat. Kehadiran program TMMD sangat berguna masyarakat Lanci Jaya terutama yang berprofesi petani. Apalagi di tengah kondisi Alokasi Dana Desa (ADD) yang terbatas jumlahnya untuk kegiatan fisik lain.


Secara terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu, Yuliadin, S.Sos mengatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-104 di Kabupaten Dompu karena program tersebut dihajatkan untuk kepentingan umum.

TMMD ke-104 Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Bumi Terpijar

Tak hanya sekadar berhasil mewujudkan beberapa bangunan fisik seperti musala, pembukaan jalan ekonomi, pembangunan duiker dan jembatan, kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat di Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu mampu membuka simpul-simpul komunikasi di tengah masyarakat.

Dan SSK Satgas TMMD ke-104 TMMD 2019 Kodim 1614/ Dompu, Kapten Inf. Mujiono Setiap Hari Ikut Bekerja Bersama Anggota Satgas dan Masyarakat Sekaligus Memberikan Motivasi kepada Anggotanya untuk Semangat Bekerja.

Secara sukarela masyarakat Desa Lanci Jaya seperti di Dusun Doro Mbe’e dan Dusun Mujur menyisihkan waktu untuk bergotong royong menyelesaikan pembangunan musala, duiker dan pembukaan jalan ekonomi.

Kepala Dusun Doro Mbe’e Desa Lanci Jaya, Syarifuddin mengatakan, sejak awal pelaksanaan TMMD ke-104 Tahun 2019 di desa setempat, tiga Kadus masing-masing Dusun Doro Mbe’e, Dusun Lanci 3, dan Dusun Mada Soku telah sepakat terlibat aktif dalam penyelesaian rehab Musala Nurul Asyah di Dusun Doro Mbe’e sehingga akhirnya tuntas.

Tak hanya bergotong royong bersama, anggota Satgas TMMD dan masyarakat rutin makan bersama saat jam istrahat atau usai menuntaskan target harian pelaksanaan pekerjaan fisik TMMD. Di sela kegiatan makan dan ngopi bersama juga selalu diisi diskusi tentang penyelesaian target fisik dan masalah sosial masyarakat.

Menurut Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) TMMD ke-104 Tahun 2019 Kodim 1614/ Dompu, Kapten Inf Mujiono,  selama sebulan penuh anggota Satgas TMMD menginap di 24 rumah warga di lokasi sasaran. Selama berbaur dengan masyarakat, anggota TNI melaksanakan tugas sebagai anggota Satgas selalu memanfaatkan waktu untuk melaksanakan komunikasi sosial.

Dandim 1614/ Dompu selaku Komandan Satgas TMMD ke-104 Tahun 2019 Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP mengatakan, tujuan utama pelaksanaan TMMD bukan semata-mata menuntaskan pembangunan fisik seperti yang tertuang dalam sasaran TMMD, melainkan bagaimanana terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat dengan membangkitkan nilai-nilai sosial seperti gotong royong dalam masyarakat yang mulai pudar.

Satgas TMMD ke-104 Wujudkan Harapan Masyarakat Bumi Terpijar

Setelah memasuki pekan keempat atau tahap terakhir TMMD ke-104, anggota Satgas berhasil merampungkan beberapa sasaran fisik program seperti pembangunan Nurul Aysah di Dusun Doro Mbe’e Desa Lanci Jaya dan pembukaan jalan ekonomi.

Dan SSK Satgas TMMD ke-104 Wilayah Kodim 1614/ Dompu, Kapten Inf Mujiono menyebutkan terdapat 17 sasaran fisik yang dibangun Satgas TMMD untuk masyarakat Bumi Terpijar khususnya Desa Lanci Jaya dan Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa yaitu rehab Musala Al Ikhlas, pembukaan jalan 600 x 900 meter, pembuatan jalan 6x600 meter, pembuatan talud dan deker, pembuatan gorong, dan bedah rumah over prestasi milik penyandang disabilitas, Askar di Dusun Mujur Desa Lanci Jaya.

Selain itu, rehab Musala Bani Abas, pembuatan deker di Dusun Kara Desa Lanci Jaya. Pembukaan jalan ekonomi di Dusun Doro Mbe’e, pembuatan deker 1 hingga deker 3 dan rehab Musala Nurul Asyah di Dusun Doro Mbe’e Desa Lanci Jaya.

Di Desa Tekasire Satgas TMMD dan masyarakat membuka jalan 2.600 meter, membuat jembatan 1 ukuran 6x5 meter, jembatan 2 dengan ukuran 6x5 meter serta membuat gorong-gorong.

Tim Wasev TMMD ke-104 dari Mabes TNI AD, Dan Satgas TMMD ke-104 Kodim 1614/ Dompu dan Bupati Dompu saat Meninjau Lokasi Jalan Ekonomi di Dusun Doro Mbe'e Desa Lanci Jaya yang Dibuka Satgas TMMD dan Masyarakat. Foto US Berita11.com.

Kepala Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, Yan Sofian mengungkapkan apresiasi tinggi kepada TNI yang sudah mewujudkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di desa yang dipimpinnnya, terutama atas pembukaan jalan ekonomi sepanjang 2.600 meter dan  dua jembatan yang menjadi akses utama bagi petani menuju ladang.

Terima kasih kepada Bapak Jenderal, Dandim Dompu dan Danrem yang telah mewujudkan pembangunan di desa kami,” ungkap Kades Tekasire Kecamatan Manggelewa di hadapan Tim Wasev dari Mabes TNI AD dan anggota Satgas TMMD ke-104 Kodim 1614/ Dompu.

Tim Wasev TMMD ke-104 dari Mabes TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Hendrawan, S.IP menjelaskan, TMMD ke-104 dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun. Puluhan tahun lalu, TMMD dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD) yang melaksanakan program teritorial membangun untuk rakyat. AMD mulai dicanangkan ketika Panglima ABRI dijabat Jenderal TNI Andi Muhammad Yusuf Amir. Sejak itu, AMD yang belakangan berubah nama menjadi TMMD dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Mudah-mudahan ini berguna untuk rakyat. Kita sadarkan dengan pekerjaan ini, TNI membangun di wilayahnya dengan bekerja sama dengan Pemda di wilayahnya.  TNI menyerap secara bottom up, apa keinginannya rakyat kita serap bersama Pemda agar bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Brigjend TNI Hendrawan.

Hendrawan menyampaikan apresiasi Mabes TNI AD atas partisipasi dukungan Pemkab Dompu dan masyarakat yang membantu pelaksanaan TMMD, baik yang terlibat langsung dalam gotong royong bersama Satgas maupun menyiapkan segala kebutuhan lain selama TMMD ke-104.

Menurutnya, kemanunggalan TNI sangat penting. Selain membangun program fisik, juga melaksanakan komunikasi sosial dalam masyarakat sebagai benteng pertahanan. Karena seperti diketahui kondisi bangsa dihadapkan sejumlah tantangan seperti perkembangan IT dalam bentuk media sosial yang harus disikapi secara bijak.

Desa Lanci Jaya adalah desa yang jauh dari pusat perkotaan. Jaraknya 8,6 kilometer dari pusat ibukota Kabupaten Dompu dengan jumlah penduduk 3.998. Desa Lanci Jaya terdiri dari sembilan dusun. Sebagian penduduk setempat dihuni warga trans dari Pulau Lombok, sebagian dari Kabupaten Bima dan daerah lain.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat, Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu adalah desa berjumlah individu dengan kondisi kesejahteraan sampai 10 persen terendah di Provinsi NTB. Jumlahnya di Desa Lanci Jaya 208 orang. Namun dengan adanya pengembangan komoditi jagung yang didukung pembukaan jalan ekonomi, masyarakat desa setempat memiliki harapan lebih baik.

Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin, menyebutkan, keberhasilan pengembangan komoditi jagung di Dompu mampu menekan angka kemiskinan hingga 1 persen setiap tahun. Angka tersebut diyakini terus naik pasca  pembukaan jalan ekonomi, seiring lancarnya distribusi jagung, hasil pertanian masyarakat. [US]