Tuntut DPO Pembunuhan Ditangkap, Warga Blokade Jalan Negara di Kecamatan Bolo

Iklan Semua Halaman

.

Tuntut DPO Pembunuhan Ditangkap, Warga Blokade Jalan Negara di Kecamatan Bolo

Redaksi Berita11
Kamis, 14 Maret 2019
Suasana Aksi Blokade Jalan Negara di Desa Rasabou Kecamatan Bolo oleh Kerabat Korban Pembunuhan Dewa Menuntut Polisi segera Menangkap Tiga DPO Pembunuhan, Kamis (14/3/2019). Foto Berita11.com. 


Bima, Berita11.com— Ratusan warga dan kerabat korban pembunuhan Dewa (20 tahun), warga Desa O’o Kecamatan Donggo Kabupaten Bima  melakukan blokade jalan negara Lintas Sumbawa di Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Kamis (14/3/2019) pagi. Mereka menuntut aparat kepolisian segera menangkap tiga DPO yang menewaskan Dewa pada 29 Juni 2017 silam.

Aksi massa praktis mengganggu lalulintas di jalan negara sehingga menyebabkan kemacetan hingga beberapa kilometer. Dalam aksinya massa menutup jalan menggunakan sejumlah kendaraan dan kayu. Massa juga membakar ban di tengah ruas jalan raya.

Dalam aksi spontanitas tersebut, kerabat korban pembunuhan Iskandar SH dan Hikmah mendesak Kapolres Bima segera menangkap dua pelaku pembenuhan yang sudah diketahui keberadaannya.

Kedua pelaku masing-masing berinisial M (20 tahun) dari Desa Doridungga Kecamatan Donggo sedang mengikuti pendidikan kejuruan Kostrad di Cilodog Jawa Barat, sedangkan pelaku lain berinisial HB dari desa yang sama telah menjadi anggota TNI di Kalimantan, sementara pelaku lain berinisial S (22 tahun) telah menjadi TKI di Malaysia.

Kerabat korban pembunuhan, Hikmah menyatakan tidak akan membuka blokade jalan raya hingga terdapat kejelasan penanganan tiga DPO kasus yang menewaskan keponakannya. Sebelumnya memang polisi telah menangkap dan memenjarakan satu pelaku, namun masih terdapat tiga DPO yang menewaskan keponakannya.

Suasana Macet Lalu Lintas di Jalan Negara Lintas Sumbawa di Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Akibat Aksi Blokade Jalan Raya oleh Kerabat Korban Pembunuhan Mendesak Polisi segera Menangkap DPO Pembunuhan Dewa.

Puluhan menit setelah massa menggelar aksi, sekira pukul 11.30 Wita, Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo tiba di lokasi blokade jalan  dan langsung naik di atas mobil pick up. Kapolres kemudian memberikan pemahaman dan penjelasan  terhadap keluarga korban tentang proses hukum terhadap kedua pelaku.

Perlu saya jelaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani dan sudah dikomunikasikan dengan bersurat ke kesatuan masing-masing. Karena kedua pelaku yang menjadi DPO sudah menjadi anggota TNI aktif,” ujar Kapolres.

Usai menyampaikan imbauan, Kapolres Bima mengajak perwakilan keluarga korban untuk berdialog dengannya di kantor Desa Rasabou Kecamatan Bolo. Pada pertemuan dengan keluarga korban, Kapolres menegaskan komitmen Polres Bima memproses hukum seluruh pihak yang terlibat termasuk DPO kasus pembunuhan Dewa.

Kapolres menjelaskan, untuk proses kasus tersebut membutuhkan waktu mengingat pihaknya membutuhkan proses koordinasi dengan instansi yang menjadi tempat tugas DPO Polres Bima itu.


Setelah mendengar penjelasan dan komitmen Kapolres Bima, kerabat korban sepakat mengakhiri polemik dan membubarkan diri secara tertib. [AD]