300 Panwas Pemilu Ikuti Apel Siaga Patroli Pengawasan Pemilihan Umum di Kabupaten Bima

Iklan Semua Halaman

.

300 Panwas Pemilu Ikuti Apel Siaga Patroli Pengawasan Pemilihan Umum di Kabupaten Bima

Sabtu, 13 April 2019
Suasana Apel Siaga Patroli Pengawasan Pemilu 2019 yang Berlangsung di Taman Kalaki Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Sabtu (13/4/2019). Foto MR Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Sebanyak 300 pengawas Pemilu 2019 termasuk Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima mengikuti patroli pengawasan Pemilu yang dilaksanakan di Taman Kalaki Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Sabtu (13/4/2019).

Apel Siaga Patroli Pengawasan Pemilu bertema Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu dipimpin oleh anggota Bawaslu Provinsi NTB, Suhardi S.ip SH.

Dalam Sambutannya , anggota Bawaslu Provinsi NTB Suhardi, Sip SH mengatakan pemilihan umum adalah pesta demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab.

“Rasa syukur itu terlebih lagi ketika kita diberi kesempatan untuk menghadiri  Apel Siaga Patroli Pengawasan Masa Tenang di saat ini saudara-saudaraku yang tercinta,” katanya.
Dikatakannya, tinggal empat hari bangsa Indonesia memasuki puncak perayaan Pemilu 2019. Tepatnya pada 17 April 2019 seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya.

“Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan dipilih secara serentak,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan Pemilu serentak pada tahun 2019 merupakan ujian besar bagi Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu yang telah 11 tahun berkiprah menjaga hak pilih rakyat.

“Menyadari hal tersebut, maka selama berlangsungya tahapan pemilu tahun 2019 yang dimulai sejak 17 Agustus tahun 2017, kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu, termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses Pemilu,” katanya.

Ia mengatakan, tugas mengawasi Pemilu adalah panggilan mulia yang harus dituntaskan dengan baik. Karena itu sudah sepatutnya pula meminta pertolongan Tuhan, agar dikuatkan menunaikan tugas dan panggilan tugas dengan baik,hingga pada saatnya nanti seluruh jajaran Bawaslu dapat mempertanggung-jawabkan amanah di hadapan Tuhan dan seluruh rakyat Indonesia.


“Sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara di TPS tanggal 17 April, kita terlebih dahulu diperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 April hingga 16 April. Masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan Pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk di dalamnya Bawaslu dan peserta Pemilu,” katanya.

Berdasarkan pengalaman agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda Pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan seperti politik uang (money politics), propaganda isu SARA, penyebaran berita bohong untuk saling menjatuhkan di antara sesama peserta. Bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta Pemilu.

Menurutnya, praktik- praktik seperti itu mengancam keutuhan bangsa. Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering dihadapi setiap penyelenggaraan Pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik.

“Termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk memengaruhi pilihan masyarakat pemilih. Politik uang Jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan,” katanya.

Ia mengajak  seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat menolak  dan melawan politik uang, demi Pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat. “Itulah mengapa saat yang berbahagia ini, kita berdiri di sini dalam gelaran apel patroli Pengawasan anti politik uang pada masa tenang,” ujarnya.

Ia menyatakan, hari ini seluruh Bawaslu provinsi dan Bawaslu kabupaten serta kota mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pula Rote berdiri serentak sebagai tanda kesiapan untuk mengawasi tahapan puncak dalam pemilu tahun 2019. 

Selain bertujuan membunyikan alarm atas kesiapan pengawas dalam melakukan pencegahan, gerakan patroli pengawasan dapat dimaknai sebagai gerakan etik dan moral yang berbasis pada keyakinan Bawaslu bahwa Indonesia sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi pada basis karakter sejati anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian, menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa.

Pada keyakinan itulah melalui patroli masa tenang, tidak sekadar melakukan pengawasan tetapi sekaligus menjadikan momentum sebagai kesempatan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia. Sebab Pemilu bukanlah sekadar kontestasi politik dan sirkulasi elit, namun lebih dari itu, merupakan dialektika yang menempatkan anak bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual, sehingga patroli masa tenang akan menjadi daya dorong bagi seluruh warga negara pemilik hak pilih yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai, saling menyatukan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara.

Berkenaan dengan hal tersebut, atas nama Bawaslu Republik Indonesia, pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada seluruh jajaran Bawaslu di seluruh penjuru nusantara. Atas kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menunaikan panggilan mulia sebagai pengawal demokrasi.

“Mulai hari ini kita akan bergerak serempak di seluruh wilayah pengawasan, dan karena itu, Indeks Kerawanan Pemilu 2019 yang memuat hasil penilaian terhadap potensi pelanggaran dan kerawanan, menjadi instrument andal bagi kita dalam memproyeksikan langkah-langkah antisipatif terhadap praktik politik uang, propaganda isu SARA, berita tidak benar serta ujaran kebencian serta potensi-potensi pelanggaran lainnya,” ujarnya.

Dirinya berharap baik Bawaslu provinsi, kabupatendan kota, pengawas di tingkat kecamatan dan desa serta kelurahan agar membaca dan mempelajari dengan seksama setiap data yang tersaji dalam IKP 2019 untuk menuntun proses perencanaan strategi pencegahan dan pengawasan di wilayah masing-masing.


Selain itu, katanya, penting juga bagi personil tim patroli agar mengenali dan memahami karakteristik serta kecenderungan perilaku sosial kemasyarakan di wilayah patrolinya. Hal itu agar pengawas mampu, beradaptasi dengan terutama untuk melakukan penetrasi strategi pengawasan yang tepat tanpa menciderai tatanan dan nilai sosial kemasyarakatan yang ada.

“Kepada seluruh personil tim patroli agar menghindari sikap-sikap arogansi saat menjalankan patroli pengawasan,” pesannya.

Mengakhiri Suhardi mengucapkan terimakasih dan rasa hormat kepada seluruh jajaran Pengawas Pemilu meliputi Bawaslu Provinsi, kabupaten, kota, kecamatan dan kelurahan serta Pengawas TPS pada semua tingkatan di seluruh Indonesia serta jajaran sekretariat yang telah mendukung kelancaran tugas-tugas pengawasan Pemilu yang tinggal empat hari lagi memasuki hari pemungutan.

“Suara semoga tuhan yang maha esa, meridhoi kita dengan kesehatan dan kekuatan, kebijksanaan serta hati yang lapang agar kita dapat melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab dalam agenda mensukseskan Pemilihan Umum Tahun 2019,” pungkasnya.

Selain anggota Panwas, kegiatan juga dihadiri, Ketua Bawaslu Abdullah SH, Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo S.IK, Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Bima Junaidin S.Pd, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bima Edy Tarunawan. [MR]