Angka Lakalantas Tinggi, Danrem 162/WB Harapkan Sinergitas antarInstansi Turunkan Pelanggaran Lalin di NTB

Iklan Semua Halaman

.

Angka Lakalantas Tinggi, Danrem 162/WB Harapkan Sinergitas antarInstansi Turunkan Pelanggaran Lalin di NTB

Senin, 29 April 2019
 Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan tahun 2019 yang diselenggarakan Polda NTB, Senin (29/4/2019).


Mataram, Berita11.com— Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan tahun 2019 yang diselenggarakan Polda NTB di Lapangan Gajah Mada Polda NTB, Senin (29/4/2019).

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan tahun 2019 yang dipimpin Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M.H diikuti anggota Kepolisian jajaran Polda NTB, anggota Polisi Militer TNI wilayah Mataram, baik Denpomdam Mataram, Pom Lanud ZAM dan Pom Lanal Mataram dan Dinas Perhubungan.

Usai apel, Kapolda NTB dalam wawancaranya menjelaskan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Gatarin 2019 dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana operasi agar operasi berjalan aman dan lancar.

“Operasi Gatarin ini setiap tahun kita laksanakan dan tahun ini kita laksanakan setelah Pemilu sekaligus untuk menciptakan kondisi kembali kepada kehidupan yang normal,” ujar Kapolda.

Kapolda mengajak bersama-sama meninggalkan kesan kampanye maupun sebelumnya dan kembali ke alam ketertiban berlalu lintas.

Terpisah, Danrem 162/WB menyampaikan pihaknya dalam hal ini Denpomdam IX-2/Mataram ikut dilibatkan dalam operasi keselamatan Gatarin 2019 untuk membantu Kepolisian dalam menjaga ketertiban berlalu lintas.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan yang didengar bersama dalam amanat Kakorlantas Polri yang dibacakan Kapolda, jumlah pelanggaran lalu lintas secara nasional pada tahun 2018 sebanyak 1.243.047 kasus, lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 833.607 kasus.

“Ini membutuhkan perhatian kita bersama untuk membantu menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas di NTB tentunya membutuhkan strategi dan sinergitas antar 
instansi," terang alumni Akmil 1993 tersebut.


Danrem berharap agar seluruh pemangku kepentingan berkaitan bersinergi untuk mencari akar permasalahan dan menemukan solusi yang tepat sehingga dapat mengubah masyarakat menjadi sadar dan taat hukum berlalu lintas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Adapun sasara operasi keselamatan yang menjadi prioritas antara lain menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, menaikan dan menurunkan penumpang di jalan tol, melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaran dibawah pengaruh alkohol/Miras/Narkoba, pengemudi kendaraan di bawah umur, melebihi batas kecepatan maksimal dan menggunakan bahu jalan bukan peruntukannya. [MR]