Apel Siaga Patroli Pengawasan dan Pemungutan Suara Pemilu Digelar di Lapangan Serasuba

Iklan Semua Halaman

.

Apel Siaga Patroli Pengawasan dan Pemungutan Suara Pemilu Digelar di Lapangan Serasuba

Minggu, 14 April 2019
Sejumlah Pejabat yang Menghadiri Apel Siaga Patroli Pengawasan dan Pemungutan Suara Pemilu 2019.



Kota Bima, Berita11.com— Apel siaga patroli pengawasan dan pemungutan suara Pemilu 2019 digelar di Lapangan Serasuba Kota Bima, Minggu (14/4/2019). Kegiatan dihadiri 500 orang.

Apel siaga patroli pengawasan dan pemungutan suara Pemilu 2019 dipimpin langsung Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bima, Muhaimin S.Pd.I. Kegiatan dihadiri sejumlah unsur yakni TNI, Polri, Satun Pol PP, Dinas Perhubungan dan unsur pengawas Pemilu. Ketua KPU Kota Bima diwakili oleh anggota KPU Bukhari, S.Sos,  Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Waka Polres Bima Kota Kompol Yusuf, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bima  Achmad Fathony, perwakilan Bawaslu Provinsi NTB  Suhardi S.Pd.SH, staf ahli Wali Kota Bima Bidang Politik  M Nur Majid MH.

Ketua Bawaslu Kota Bima  Muhaimin S.Pd.I menjelaskan, apel patroli pengawasan anti politik uang pada masa tenang pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD kota, Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 dilaksanakan berdasarkan  surat edaran Bawaslu RI yang pada pokoknya meminta kepada Bawaslu provinsi, Bawaslu kota dan kabupaten untuk untuk melakukan Patroli pengawasan anti politik uang serentak dilaksanakan mulai tanggal 14-16 April 2019.


“Bahwa apel siaga dimaksudkan untuk menunjukan kesiapan Bawaslu dalam melakukan pengawasan tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada pemilihan umum tahun 2019,” ujarnya.

Secara struktural Bawaslu terdiri dari Bawaslu Provinsi, Bawaslu kota dan kabupaten. Khusus di Kota Bima jumlah Panwaslu sebanyak 15 orang, Panitia Pengawas Kelurahan 38 orang, Pengawas TPS sebanyak 471 orang “Ditambah staf sekretariat kota 21 orang dan staf Panwaslu 40 orang. Total keseluruhan jumlah 585 orang,” sebutnya. 

Ia menambahkan apel siaga ini sengaja melibatkan banyak pihak karena sesungguhnya Bawaslu tidak mungkin melaksanakan pengawasan secara internal saja tanpa melibat Stake holder yang ada di Kota Bima. [MR]