BAKTI dan Komisi I DPR RI HMS Gelar Seminar Merajut Nusantara

Iklan Semua Halaman

.

BAKTI dan Komisi I DPR RI HMS Gelar Seminar Merajut Nusantara

Selasa, 02 April 2019
Saat Seminar Merajut Nusantara tengah berlangsung. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia RI yang diwakili Komisi I DPR RI H. Muhammad Syafruddin, ST.MM (HMS) menggelar Seminar Merajut Nusantara, Selasa (2/4/2019) siang.

Seminar telah berlangsung selama dua jam di Gedung Samakai Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB dengan mengusung tema Pemanfaatan TIK sebagai Media Edukasi dan Bisnis demi terciptanya pemerataan ekonomi Indonesia di Era digital seperti sekarang ini.

Sementara, yang jadi narasumber dalam Seminar tersenut antara lain HMS sebagsi mitra kerja Kominfo RI, Kemudian Direktur utama BAKTI  Kemkominfo RI Anang Latif, ST, M.Sc dan satu orang dari akademisi yakni Dodo Kurniawan, SE, ME.

Seminar ini pun dilakukan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan. Kemudian memberi informasi yang lengkap terhadap masyarakat khususnya generasi milenial terkait pembangunan infrastruktur TIK.

Selanjutnya dapat mendorong dan memotifasi agar para generasi milenial Indonesia mampu menjadi pelaku industri  startup dan ekonomi digital demi kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan pihak manapun.
Suasana penyampaian materi. Foto RIS

Komisi I DPR RI HMS pada kesempatan ini melalui kata pengantarnya menyampaikan bahwa komunikasi dan informasi itu sangat penting tetapi informasi dan komunikasi tidak menyakiti perasaan orang lain.

"Informasi tidak semestinya menjadi komunikasi kemudian komunikasi tidak semuanya disampaikan ke orang lain apalagi informasi itu dapat menyinggung perasaan orang lain itu yang berbahaya," ujar HMS.

Selain itu, lanjut HMS, informasi dan komunikasi melalui media sosial, jadikan suatu panggilan bukan justru menghancurkan diri sendiri apalagi media sosial telah mempunyai Undang-undang yang mengaturnya, maka dari itu, HMS mengingatkan kepada peserta seminar untuk berhati-hati.

"Di media sosial, barang siapa yang melakukan pelanggaran akan dijerat hukum, oleh karenanya saya mengingatkan agar komunikasi atau informasi jangan sampai merugikan diri sendiri. Manfaatkan komunikasi dan informasi sama siapapun dengan cara sebenar-sebenarnya dan itu adalah bagian dari kunci kesuksesan kita serta kamajuan bangsa," ujarnya. [RIS]