Diduga Ada Pergeseran Suara di Internal Partai, Ketua PAC Golkar Laporkan MSI ke Bawaslu

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Ada Pergeseran Suara di Internal Partai, Ketua PAC Golkar Laporkan MSI ke Bawaslu

Jumat, 26 April 2019
Di tengah, Ketua PAC Partai Golkar Kecamatan Pajo, Muhammad Jaharudin, S.Sos sebelah kanannya kuasa hukumnya Abdullah, SH.MH dan sebelah kirinya saksi partai Golkar Wawan Haryanto, S.Pd. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Golkar Kecamatan Pajo, yang juga calon legislatif (Caleg) Nomor urut 4 Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Dompu, Pajo dan Hu'u, Muhammad Jaharudin, S.Sos melaporkan salah satu Caleg Nomor urut 2 yang merupakan satu internal partai inisial MSI ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu, Jumat, (26/4/2019) siang.

Dugaan kecurangan dilakukan Caleg Nomor urut 2, karena telah melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu yang memalsukan dokumen formulir C1 dengan cara menggeser suara Jaharudin ke Caleg Nomor urut 3 yakni Drs Hj Siti Syamsiah.

Ketua PAC Partai Golkar Jaharudin Kecamatan Pajo saat disambangi di kediamannya mengatakan, saat penghitungan suara di Tempat Pengumutan Suara (TPS) 7 Desa Tembalae Kecamatan Pajo pada Rabu 17 April lalu perolehan suara sebanyak 42 suara, sedangkan Calek Nomor urut 3 hanya dua suara saja.

"Kecurangan terjadi pada saat rapat pleno penghitungan suara di tingkat Kecamatan. Ketika pembacaan hasil pleno, jumlah suara caleg nomor urut 3 ibu Drs Hj Siti Syamsiah terbalik menjadi 42 suara, berbeda dengan hasil perolehan suara pada formulir C1 yang asli," terang dia.

Menurut Jaharudin, formulir C1 yang beredar tidak ada tanda tangan para saksi usai penghitungan suara waktu di TPS dan ini sengaja dilakukan Caleg Nomor urut 2 agar mengurangi suaranya.

"Berdasarkan bukti-bukti dari berbagai saksi serta petunjuk lainnya bahwa kami menyimpulkan yang melakukan ini adalah orang satu partai yaitu Calek Nomor urut 2, yang sengaja ingin mengalihkan suara saya ke caleg Nomor urut 3 tanpa merubah suaranya," ungkap Jaharudin.

Hal itu diperkuat oleh salah seorang saksi dari partai Golkar Wawan Haryanto, S.Pd mengatakan, saat rapat rekapitulasi suara pihaknya menerima formulir C1 yang menurut dia berbeda dengan formulir C1 yang ia pegang.

"C1 yang diberikan ketua PPS itu sangat berbeda, C1 di masing-masing partai itu suara pak Jaharudin sebanyak 42 suara, namun di tengah proses perhitungan berjalan ada muncul C1 bodong, C1 yang sengaja dipalsukan oleh oknum tertentu dalam hal ini MSI," terang Wawan.

Yang membuat dia yakin, lanjut Wawan, ada seorang menantu dari MSI inisial ALM yang coba berusaha mendekati dan menelpon dia guna menandatangani formulir C1 tersebut dan mengarahkan untuk mempertahankan suara yang ada dalam formulir C1 bodong itu.

"Formulir C1 yang asli dipegang oleh seluruh saksi partai politik waktu perhitungan di TPS, suara pak Jaharudin semuanya sama 42 suara, kuat dugaan kami bahwasannya ada menantu oknum ini melakukan pendekatan terhadap saya, karena mereka tidak memiliki cela untuk ke sana, maka dimintalah bantuan kepada pak Suratman untuk menyuarakan C1 bodong itu," tutur Wawan.

Sementara, kuasa hukum Jaharudin yang mendampingi saat mengajukan laporan ke Bawaslu yakni Abdullah, SH.MH meminta dengan tegas terhadap pihak-pihak terkait, meskipun perkara sengketa tersebut bukan persoalan hasil akan tetapi proses adanya indikasi tindakan pidana pemilu dilakukan oknum tersebut.

"Dalam hal ini, Bawaslu bertindak dengan tegas, Gakumdu bekerja dengan baik dan tunjukan profesionalitas bahwasannya ada orang-orang yang telah dirugikan dalam proses ini," tegasnya. [RIS]