Diduga Cemburu, Bapak Dua Orang Anak ini Nekat Gantung Diri

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Cemburu, Bapak Dua Orang Anak ini Nekat Gantung Diri

Jumat, 05 April 2019
Jasad A. Karim saat ditemukan warga. Foto ist

Dompu, Berita11.com - A. Karim H. Rasul pria 35 tahun warga Dusun Sarahe Desa Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan tali nilon yang berukuran sedang.

Bapak dari dua orang anak ini ditemukan warga sudah tidak bernyawa di sebuah pondok yang terletak di kebun jagung milik Huwaili warga setempat, lantaran diduga terbakar api cemburu dengan istrinya. Jasad bapak ini ditemukan pada Kamis (4/4/2019) siang sekira pukul 11. 30 Wita.

Menurut informasi yang berhasil dihimpung dari salah seorang keluarga korban yakni Julham menyebutkan, semenjak pulang dari Kalimantan Timur, korban beserta isri sering terjadi cekcok mulut karena cemburu. Bahkan korban sempat dibawa ke Bima untuk dilakukan pengobatan tradisional, dan keluarga sempat diajak untuk Rukiyah, akan tetapi korban tidak mau turuti.

"Mulanya biasa-biasa saja, namun semenjak balik dari kalimatan, mereka sering berantam (cekcok mulut, red) dan kemarin sore (Rabu, 3/4) dia berjalan sekitar perkampungan dan sambil membawa sebilah parang dan sempat ditanya oleh Irmansyah, Mau kemana, dia (korban, red) tanpa berpikir panjang langsung menjawab, mau cari mati," cerita Julham.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Kilo IPTU Rodolfo M.DE Aroujo begitu mendapat laporan dari warga bahwa ada kejadian itu, Kapolsek bersama beberapa orang anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan indentifikasi korban.

"Untuk sementara kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum bisa dipastikan penyebab dari kejadian ini," ungkap Rodolfo saat di TKP.

Usai dilakukan olah TKP, Kapolsek mencoba bertanya pada beberapa warga yang pertama kali melihat korban dalam keadaan gantung diri antara lain, Usran beserta tiga orang ibu-ibu yang sedang bekerja memetik jagung. Kemudian Usran menjelaskan saat melihat korban dalam keadaan seperti itu.

"Awal mulanya kami tidak menyangka bahwa di pondok itu ada orang yang gantung diri, dengan rasa penasaran kami, akhirnya Ibu-ibu tersebut menyuruh saya untuk mengcek langsung di pondok," terang Usran pada Kapolsek Koli.

"Melihat korban dalam keadaan gantung diri, tanpa berfikir panjang saya langsung memotong tali yang terikat di lehernya kemudian saya menelpon Bhabinkamtibmas Taropo AIPDA Irwan," sambung Usran. [RiF]