Diguncang Aksi Protes hingga Ancaman Dilapor DKPP, KPU Kabupaten Bima Bergeming

Iklan Semua Halaman

.

Diguncang Aksi Protes hingga Ancaman Dilapor DKPP, KPU Kabupaten Bima Bergeming

Jumat, 26 April 2019
Pemungutan Suara Pemilu 2019 di TPS 2 Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Rabu (17/4/2019) lalu. Foto US.


Bima, Berita11.com— Sejak Rabu (24/4/2019) lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) “diguncang” aksi protes calon legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat Dapil Bima 1 Kabupaten Bima, Irwan SH dan massa pendukung. Bahkan para Caleg mengisyaratkan akan mengadukan komisioner KPU setempat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (KPU). Namun hal itu tak membuat KPU Kabupaten Bima mengubah putusan untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) untuk TPS 5 Desa Tente Kecamatan Woha.

Ketua KPU Kabupten Bima, Imran S.Pd.I menjelaskan, keputusan KPU setempat melaksanakan PSU merupakan perintah undang-undang yang mewajibkan memutuskan PSU  sesuai dengan ketentuan pasal 372 ayat 2 UU Nomor 7 tahun 2017 serta Pasal 65 ayat 2 PKPU Nomor 3/2019 Jo. PKPU No. 9/2019.

“Kalau PSU tidak dilaksanakan KPU justru dianggap melegitimasi proses dan hasil Pemilu yang inkonstitusional,” jelas Imran melalui press release KPU Kabupaten Bima yang diterima Redaksi Berita11.com, Jumat (26/4/2019).

Ia menjelaskan, dasar dilaksanakannya PSU merupakan hasil temuan Panwascam melalui surat rekomendasi yang secara tegas meminta untuk melaksakan PSU. “Setelah dilakukan penelitian dan pemeriksaan oleh KPU Kabupaten Bima ternyata memenuhi unsur pasal 372 ayat 2 UU No. 7 tahun 2017 serta Pasal 65 ayat 2 PKPU No. 3/2019 Jo. PKPU No. 9/2019,” ujarnya.

Menurutnya, berkaitan adanya balasan surat rekomendasi Panwascam Woha oleh PPK Woha yang menyatakan bahwa rekomendasi itu tidak memenuhi syarat untuk dilakukan PSU adalah upaya terbaik PPK yang perlu dihargai.

“Namun kewenangan untuk memutuskan memenuhi syarat atau tidak dilaksakannya PSU tetap menjadi kewenangan KPU Kabupaten Bima berdasarkan ketentuan pasal 66 ayat (3) PKPU No. 3/2019 Jo. PKPU No. 9/2019,” katanya.

Hal tersebut kata dia, setelah KPU Kabupaten Bima melakukan penelitian dan pemeriksaan unsurnya terpenuhi sesuai pasal 372 ayat 2 UU No. 7 tahun 2017 serta Pasal 65 ayat 2 PKPU No. 3/2019 Jo. PKPU No. 9/2019

Dua Anak Mengamati Contoh Surat Suara Presiden di TPS 10 Desa Kananga Kecamatan Bolo. Foto US Berita11.com.

“KPU Kabupaten Bima mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama sekali pada pihak keamanan, peserta Pemilu, tim sukses, simpatisan, penyelenggara Pemilu, lebih-lebih masyarakat umum yang sudah ikut mensukseskan pelaksanaan Pemilu walau harus diakui ada beberapa tempat terdapat kekurangan yang mengharuskan dilakukan pemungutan suara ulang,” katanya.

Sebelumnya, KPU Kabupaten Bima mengeluarkan surat keputusan tentang PSU empat TPS di Kabupaten Bima yaitu TPS 5 Desa Maria Kecamatan Wawo, TPS 5 Desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora, TPS 5 Desa Tente Kecamatan Woha,  dan TPS 1 Desa Belo Kecamatan Palibelo.

Pada bagian lain, sejumlah Caleg dan massa pendukung beberapakali mendatangi KPU Kabupaten Bima untuk menolak PSU. Bahkan kontestan mengancam terus mendatangi dan melancarkan aksi protes terhadap penyelenggara Pemilu setempat. Selain itu, mengisyaratkan akan melaporkan KPU Kabupaten Bima kepada DKPP. [AD]