Dinilai Normalisasi Sungai tidak Menyeluruh, Warga di Dompu Boikot Jalan

Iklan Semua Halaman

.

Dinilai Normalisasi Sungai tidak Menyeluruh, Warga di Dompu Boikot Jalan

Sabtu, 13 April 2019
Suasana pemboikot jalan lintas Mbawi, tepatnya di pintu air Lingkungan Dorompana Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Puluhan warga Lingkungan Dorompana Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu kesal dengan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengerjakan normalisasi aliran sungai laju dinilai tidak menyeluruh.

Akibatnya, puluhan warga tersebut melakukan aksi pemboikot jalan lintas Mbawi tepatanya di pintu air yang terletak di lingkungan setempat, Sabtu (13/4/2019) siang. Selain boikot jalan, warga juga melakukan tutup pintu air jalur daerah irigasi persawahan so Dorebara, Mbawi, Wawonduru dan sebagian so Kandai Dua.

Menurut ketua pemuda Lingkungan Dorompana, Rahmat Alfian (Embang) mengatakan, kinerja Dinas PU seolah mengucilkan warga setempat, usai melakukan normalisasi sungai tepatnya di Mada Kimbi langsung loncat di lingkungan Dorongao Kelurahan setempat.

"Sudah selesai kerjakan di Lingkungan Madakimbi, langsung loncat di Lingkungan Dorongao itu pun dikerjakan setengah belum diselesaikan sampai ke ujungnya, sementara Lingkungan Dorompana seolah dianak tirikan sama pemerintah, semenatara tanaman kami sudah dibabat semua termasuk tanaman sayur, kelapa dan lain-lain," ujar Embang di lokasi pemboikot jalan
Saat menutup pintu air yang menuju so Dorebara, Mbawi, Wawonduru dan sebagian so Kandai Dua. Foto RIS

Dikatakan Embang, pemerintah harus memperlakukan warga dengan seadil-adilnya, menurut dia, jangan diperlakukan warga seolah pilih kasih.

"Di sini kami menilai bahwa pemerintah sudah memperlakukan kami secara tidak adil, kami tidak akan membuka jalan jika pihak pemerintah dalam hal ini Kepala Dinas PU harus turun dan menemui kami. Kami di sini hanya mengharapkan kaedilan," terang Embang.

Sementara Kapolsek Kota IPTU Zuharis yang menemui massa aksi mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, akan tetapi usaha dilakukan tidak membuahkan hasil, pasalnya Nomor Handphon Kepala Dinas PU tudak aktif.

"Saya sudah mencoba menghubungi Kepala Dinas, tapi nomornya tidak aktif, apalagi sekarang hari libur, saya sudah memberikan arahan bahwa kami akan melakukan koordinasi hari senin dengan dinas terkait," ungkapnya.

Ketua pemuda lingkungan tersebut Embang mengisaratkan aksi pemboikot jalan bakal dilanjutkan pada Senin (15/4/19) pekan depan.

"Kalau saja pihak pemerintah tidak mengindahkan atas tuntutan kami, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi massa dari pada hari ini," isarat embang. [RIS]