Dinilai Tak Sama Hasil C1 di TPS 4 dan 10 Dapil 2, Puluhan Massa Minta PPK Hitung Ulang

Iklan Semua Halaman

.

Dinilai Tak Sama Hasil C1 di TPS 4 dan 10 Dapil 2, Puluhan Massa Minta PPK Hitung Ulang

Jumat, 19 April 2019
Puluhan massa saat melakukan aksi protes di PPK Woja Kabupaten Dompu. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Sekelompok pemuda dari Kelurahan Kandai Dua Kecamata Woja Kabupaten Dompu NTB, Jumat (19/4/2019) sore mendatangi Kantor Camat meminta  Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melakukan hitung ulang perolehan suara khususnya di TPS 4 dan 10 Dapil II Kecamatan Woja.

Sebab, menurut massa yang juga merupakan tim sukses salah satu Calon legislatif DPRD Dompu Nomor 7 utusan Partai Nasdem, atas nama Taufik, S.T alias Opic. Massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang ini dikoordinir Triping Al Khalik menilai ada ketidaksamaan antara jumlah perhitungan suara pada formulir C1 dengan hasil salinan C1.

Massa meminta ketua PPK Woja, Irfan, S.Pt untuk membuka kotak suara khusus DPRD Kabupaten untuk segera menghitung ulang dan meminta untuk menjelaskan atas dugaan kecurangan dan selisih suara yang ada di formulir C1 Partai Nasdem.

Tak hanya itu, Massa meminta untuk menghadirkan Pengawas Desa, KPPS, PPS, Bawaslu dan KPU supaya kotak suara dapat dibuka.

"Kami menduga ada selisih suara Caleg dari Partai Nasdem atas nama Opic pada formulir C1. Dan kami menduga ada kecurangan yang dilakukan oleh pihak pengawas di TPS 4 dan TPS 10 Kelurahan Kandai Dua," teriak Triping dalam orasinya.

Massa melakukan aksi protes itu dikawal oleh sejumlah aparat Kepolisian dan TNI, turut hadir AKBP Rifai, Pasi Intel Kodim 1614/Dompu Kapten Inf. Hamzah, Dan Unit Intel Kodim 1614/Dompu Letda Inf. Syaifuddin, Kapolsek Woja IPDA Rusdi, Babinsa Desa Mata, Pelda Syahbuddin dan Babinsa Kandai Dua Serda Agus kemudian Bhabinkamtibmas Kandai Dua serta Ketua PPK Irfan, S.Pt dan Ketua Panwascam.

sekira pukul 15.35 Wita, empat orang perwakilan dari massa aksi diterima oleh PPK dan Panwascam yang didampingi Dan Unit Intel Kodim 1614/Dompu beserta sejumlah anggota kepolisian resor Dompu untuk melakukan audensi di dalam aula Kantor Camat setempat.

Ketua PPK Irfan, dalam dialognya menjelaskan, pihaknya belum berani membuka peti suara karena akan bertentangan dengan Undang-undang Pemilu karena waktu pembukaan kotak suara telah ditentukan oleh KPU.

"Untuk kotak suara tidak bisa dibuka karena melanggar UU Pemilu. Baru bisa kotak suara di buka nanti pada saat rapat Pleno terbuka pada hari Minggu tanggal 21 April 2019," jelas Irfan.

Sementara Ketua Panwascam Ikhwayudin mengatakan, jika nanti terbukti ada perselisihan seperti yang diindikasikan, pihaknya berjanji akan terus mengawasi dalam tahapan sidang pleno. Untuk saat ini pihaknya juga tidak berani karena tidak boleh membuka kotak suara sebelum jadwal buka kotak suara saat rapat pleno terbuka nantinya.

"Pada prinsipnya kalau ada dugaan indikasi manipulasi maka akan dilakukan di tingkat pleno. Kami dari Panwascam tetap melakukan pengawasan dan kalaupun itu terjadi atau terbukti ada perbedaan angka di C1 maka akan di buka C1 Plano," terang Ketua Panwascam.

Pantauan Berita11.com menyebutkan, massa tidak puas dengan hasil keputusan dalam dialog supaya menunggu jadwal sebagaimana yang sudah ditentukan dalam UU KPU tentang membuka peti suara . Namun, massa tidak mau terima dan hingga saat ini, masih terlihat berkumpul di halaman kantor Camat setempat dalam pengamanan anggota Polri dan TNI. [RIS]