Dosen Muda STKIP Taman Siswa Bima Sabet Dua Hibah Kemenristek Dikti

Iklan Semua Halaman

.

Dosen Muda STKIP Taman Siswa Bima Sabet Dua Hibah Kemenristek Dikti

Selasa, 30 April 2019
Arif Hidayat M.Pd.


Bima, Berita11.com— Dosen muda STKIP Taman Siswa Bima, Arif Hidayad, M.Pd yang juga alumni kampus setempat baru-baru ini ditetapkan sebagai penerima hibah Kementerian Ristek Dikti.

Arif menjadi salah satu dari puluhan dosen STKIP Tamsis yang meraih hibah penelitian dan pengabdian Kemenristek Dikti anggaran tahun 2019. Hal yang spesial, tahun ini Arif sapaan akrabnya mendapatkan dua hibah sekaligus yaitu untuk skim penelitian dosen pemula (PDP) dan skim pengabdian pada masyarakat program  PKM yang masing-masing bernilai puluhan juta rupiah.

Kemampuan dan kompetensi Arif Hidayad sudah muncul sejak ia tercatat menjadi mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima tahun 2007 silam. Berbagai pencapaian dan prestasi diraihnya selama kuliah, mulai dari mendapatkan beasiswa, aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan hingga dipercaya menjadi  Asisten Dosen (Asdos) di kampus setempat. Pencapaian tersebut mengantarkan ia menjadi lulusan terbaik pada wisuda Juli 2011 silam dan pascawisuda langsung diangkat menjadi dosen tetap yayasan.

Berprofesi sebagai dosen muda kala itu, tentu menjadi anugerah dan tantangan tersendiri baginya untuk terus menunjukkan kelayakannya dalam berkiprah di perguruan tinggi. Apalagi dengan status yang masih sarjana. Sejalan dengan itu, peraturan yang mengharuskan dosen wajib S2 pada tahun 2013, membuat Arif sedikit pesimis untuk melanjutkan profesinya dikarenakan kemampuan ekonomi yang kurang mendukung untuk melanjutkan studi. Namun nasib berkata lain, program beasiswa internal bagi alumni terbaik yang dicanangkan oleh Ketua  STKIP Taman Siswa Bima (Drs. H. Sudirman Ismail) dan Dr.Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si pada saat itu, membuka kembali asa untuk melanjut studi.

Pada tahun 2014, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tempat berlabuh selanjutnya dalam melanjutkan studi pasca sarjana tingkat magister. Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) menjadi pilihan yang tepat menurutnya. Bagaimana tidak, jurusan PEP merupakan jurusan yang dapat masuk dalam berbagai disiplin ilmu, khususnya bidang penelitian.

Kini Arif yang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian  Masyarakat STKIP Taman Siswa Bima ini semakin memantapkan profesinya sebagai dosen karena telah memenuhi aturan yang mewajibkan dosen harus S2. Tridarma Perguruan Tinggi harus dipenuhinya untuk terus menjaga keprofesionalannya sebagai seorang dosen. Hibah-hibah penelitian dan pengabdian di tahun-tahun sebelumnya menjadi modal besar untuk meningkatkan kompetensinya sebagai dosen.

Hibah penelitiannya tentang  “Pengembangan Bahan Ajar Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Mind Mapping” dan program pngabdian masyarakat berupa Workshop  Penyusunan Instrumen Evaluasi Otentik pada pembelajaran K-13 berbasis online (e-instrument) bagi guru SMP di Kabupaten Bima Provinsi NTB merupakan dua agenda utama yang harus dituntaskan di tahun 2019 ini.

Selain berprstasi di dalam kampus, mantan kepala bidang Litbang LPPM ini juga tak kalah hebatnya di luar kampus. Ia dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Bima untuk menjadi panitia pencanangan Bima sebagai Kabupaten Literasi sekaligus menjadi Fasilitator Daerah untuk tahun 2018-2019 bidang monitoring, evaluasi, riset dan learning program inovasi pendidikan untuk anak Indonesia kerjasama pemerintah Indonesia dan Australia. Tentunya pengalamannya saat bekerja di bagian pangkalan data (Forlap-Feeder) STKIP Taman Siswa Bima tahun 2016 silam akan memudahkannya dalam menjalankan tugas sebagai fasilitator daerah khususnya dalam mengolah data dan analisis data.

Arif menuturkan bahwa segala pencapaian yang diperolehnya merupakan bagian dari ikhtiar dan konsistensi dalam memperbanyak usaha dan selalu berpikir maju dalam pengembangan diri. Selain itu, apa yang diperolehnya selama ini tidak lepas dari jasa para dosennya yang secara profesional terus membimbing dan membinanya selama kuliah di STKIP Tamsis.

Support dari pimpinan dan yayasan menjadi motivasi baginya untuk terus maju meski pada saat itu sarana dan prasarana tidak selengkap sekarang. STKIP Tamsis telah  membuktikan bahwa keterbatasan saat itu bukanlah penghalang  untuk tetap menjaga komitmen dalam  melahirkan  generasi cerdas, unggul, beradab dan memiliki daya saing. 

Arif adalah satu dari sekian banyak alumni STKIP Taman Siswa Bima yang telah memberikan kenyataan bahwa alumni STKIP Taman Siswa Bima layak berdiri sejajar dan bersaing dengan alumni-alumni lain perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Arif sudah menunjukkan bahwa alumni STKIP Tamsis itu bisa dan tidak biasa. [RD]