Hambat Pelatihan Saksi Parpol, Oknum ASN dan Caleg Dilaporkan ke Polisi

Iklan Semua Halaman

.

Hambat Pelatihan Saksi Parpol, Oknum ASN dan Caleg Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 11 April 2019
Panwascam Wera Didampingi Penasehat Hukum Bawaslu Kabupaten Bima Usai Menyampaikan Laporan kepada Petugas Piket Polres Bima Kota, Rabu (10/4/2019). Dokumen Bawaslu Kabupaten Bima.


Bima, Berita11.com— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima bersikap tegas terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kabupaten Bima berinisial JW dan calon anggota legislatif (Caleg) berinisial IS. Kedua oknum adik kakak yang mengganggu kegiatan pelatihan saksi Parpol yang digelar Panwacam Wera itu, dilaporkan ke Polres Bima Kota, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya, diketahui oknum dan ASN dan Caleg tersebut diduga mengganggu dan menghambat proses pelatihan saksi Parpol yang digelar Panwascam Wera di Gedung Serbaguna Desa Tawali, Kecamatan Wera, Selasa (09/4/2019) lalu.  

Penasehat Hukum (PH) Bawaslu Kabupaten Bima, Arifudin, S.H., mengatakan, Panwascam Wera selaku korban telah dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Bima Kota. “Barang bukti dan saksi-saksi telah kami ajukan semua kepada penyidik,” ujar Arifudin dalam siaran pers Bawaslu Kabupaten Bima yang diterima Redaksi Berita11.com, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, perbuatan oknum ASN dan Caleg kakak beradik itu diduga telah melanggar Pasal 368 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berkaitan pengacaman dengan ancaman hukaman sembilan tahun penjara.

Oknum ASN di lingkup Kabupaten Bima berinisial JW dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Bima di Dapil IV berinisial IS mengacaukan dan mengancam menghentikan proses pelatihan saksi Parpol yang digelar oleh Panwascam Wera untuk saksi Partai Amanat Nasional (PAN). [RD]