Jasad Kakek 77 Tahun ini Ditemukan Warga di Tengah Tebing Setinggi 20 Meter

Iklan Semua Halaman

.

Jasad Kakek 77 Tahun ini Ditemukan Warga di Tengah Tebing Setinggi 20 Meter

Rabu, 10 April 2019
Jasad Kakek H. Ahmad saat dilakukan otopsi. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Jasad kakek H. Ahmad 77 tahun, warga Dusun Manggenae, Desa Manggenae, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB, ditemukan warga dan pihak keluarga dalam keadaan posisi terlentang menghadap ke atas di tengah tebing dengan kedalaman sekitar 20 meter samping persawahan miliknya tepatnya di So Tolo Monggo.

Proses evakuasi pun dengan alat seadanya berlangsung cukup sulit, mengingat kondisi tebing curam dengan ketinggian 20 meter membuat warga dan keluarganya memutuskan untuk mencari jalur evakuasi dengan mengambil jalan alternatif melalui turun tebing dan mengikuti sungai So Tolo Monggo dan menyeberangi sungai menuju Dusun Manggenae, Selasa (2/4/2019) malam sekira pukul 22.00 Wita.

Kepala Sub-bagian Hubungan Masyarakat Polres Dompu, IPTU Sabri, SH mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga korban yakni istrinya Sadia 45 tahun, peristiwa naas dialami seorang kakek berusia 77 tahun ini berawal dari berangkat ke ladang guna menyemprot padi tanamannya akan tetapi korban tidak kunjung pulang selama dua hari.

"Pada hari Selasa sekitar pukul 17.00 Wita, pihak keluarga korban merasa cemas dengan keadaan korban yang belum pulang selanjutnya pihak keluarga dibantu warga setempat melakukan pencarian di rumah keluarganya akan tetapi korban tidak ditemukan," ungkap Sabri.

Pukul 20.00 wita, Pihak Keluarga dan warga Setempat
Setelah dilakukan pencarian di setiap rumah keluarga, lanjut Sabri, selanjutnya sekira pukul 20.00 Wita keluarga dan beberapa orang warga kembali menanyakan istri korban, oleh istri korban menjawab bahwa korban dua hari yang lalu pergi ke Sawah untuk menyemprot tanaman padi miliknya, dari informasi tersebut keluarga dan warga langsung menuju So Tolo Monggo yang jaraknya dari Desa Manggenae sekitar dua Kilo meter untuk melakukan pencarian di ladang milik korban.

"Setibanya di sana salah satu dari pihak keluarga melihat alat semprot milik korban tergeletak di tanah yang dekat dengan tebing dan melihat jejak rumput bekas  tertindas tubuh korban, selanjutnya keluarga dan warga melakukan pencarian di sekitar bibir tebing dengan petunjuk alat Semprot dan rumput tersebut kemudian warga mencoba turun ke tebing dan melihat korban sudah meninggal dunia," jelas Sabri.

Dikatakan Sabri, anggota Mapolsek Dompu begitu mendapatkan Informasi itu langsung menuju tempat kejadian perkara dan mendatangi pihak keluarga korban akhirnya disepakati untuk dilakukan otopsi

"Sesuai permintaan dari pihak keluarga bahwa korban untuk dilakukan otopsi kemudian anggota Mapolsek Dompu dan IK Res Dompu membawa korban dan pihak keluarga menuju RSUD Dompu," tutur dia.

Menurut Sabri, pihak keluarga meminta otopsi dan menanyakan biaya otopsi kemudian pihak unit Identifikasi Polres Dompu memberikan pengertian bahwa tindakan otopsi biayanya ditanggung oleh pihak Kepolisian dan pihak Kepolisian Polres Dompu sudah empat kali melakukan otopsi.

"Atas permintaan keluarga, korban telah dilalukan otopsi sudah empat kali akan tetapi ada dokter khusus dalam menangani korban yang di otopsi dan harus menunggu sampai nanti sore untuk menunggu Dokter tersebut dan korban akan dibedah pada seluruh tubuhnya, usai diberikan arahan dan penjelasan penjelasan akhirnya pihak keluarga dalam hal ini anak kandung korban memutuskan untuk menolak dilakukan Otopsi," katanya. [RIS]