KPU Keluarkan Surat Pemungutan Suara Ulang Empat Desa di Kabupaten Bima

Iklan Semua Halaman

.

KPU Keluarkan Surat Pemungutan Suara Ulang Empat Desa di Kabupaten Bima

Rabu, 24 April 2019
Konsentrasi Massa Pendukung Caleg di Dapil Bima 1 yang Menolak Pemungutan Suara Ulang, Selasa (23/4/2019) Malam. Foto Ahmad Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Sejumlah desa di Kabupaten Bima mulai Rabu (24/4/2019) ini dijadwalkan akan melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu tahun 2019. Sesuai surat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima sedikitnya terdapat empat desa yang melaksanakan PSU.

Sesuai surat KPU Kabupaten Bima nomor: KPU 407/ PL.05.1-SD/5206/04/KPU-Kab/IV/2019 yang ditandatangani Ketua KPU Kabupaten Bima, Imran S.Pd.I, SH terdapat empat desa yang akan melaksanakan PSU mulai Rabu (24/4/2019) ini yaitu:

1.    Desa Maria Kecamatan Wawo, Rabu 24 April 2019
2.    Desa Kawinda Toi Kecamatan  Tambora, Rabu 24 April 2019
4.    Desa Tente Kecamatan Woha, Sabtu 27 April 2019
5.    Desa Belo Kecamatan Palibelo Sabtu 27 April 2019


Berdasarkan informasi yang diperoleh Berita11.com, adapun pelaksanaan PSU untuk Desa Tente Kecamatan Woha yaitu di TPS 5 Desa Tente.

Secara terpisah, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bima, Junaidin S.Pd menjelaskan,  pelaksanaan PSU di TPS 5 Desa Tente karena adanya laporan tentang delapan pemilih yang diijinkan memberikan hak suara di luar prosedur dan terindikasi melanggar Peraturan KPU.

Dijelaskannya,  atas saran Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tente, delapan orang itu dan 5 di antaranya adalah warga setempat yang memiliki KTP, sedangkan tiga pemilih lainnya warga luar daerah yang diberikan format A5 dan diijinkan memilih.

“Apa yang dilakukan oleh PPS melalui KPPS ini jelas telah melanggar ketentuan undang-undang yakni Peraturan KPU Nomor 3. Sebab A5 hanya berlaku sejak bulan Oktober lalu,” ujar Junaidin dikutip dari Jeratntb.com.
Ia mengatakan, berkaitan pelanggaran yang terjadi di TPS 5 Desa Tente, Bawaslu Kabupaten Bima masih mendalami persoalan itu.  “Sama dengan pernyataan saya, Bawaslu masih mendalami,” ujar pria yang sudah menjadi anggota Panwaslu Kabupaten Bima sejak tahun 2008 silam ini.
Adapun berkaitan  dugaan pelanggaran  empat TPS di Desa Simpasai Kecamatan Monta Kabupaten Bima yaitu  TPS 1, TPS 3, TPS 6 dan TPS 8 yang dilaporkan masyarakat kepada Panwascam Monta, akan dikaji Bawaslu Kabupaten Bima.
“Pernyataan pemilih yang mengaku telah menggunakan hak pilihnya lebih satu kali merupakan landasan kami untuk melakukan proses,” ujarnya.
Junaidin mengisyaratkan laporan yang disampaikan ke Panwascam  segera didalami Bawaslu Kabupaten Bima. “Kita lihat kepastian hukumnya setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah ada tindakan harus direkomendasikan untuk PSU atau tidak, semuanya harus menunggu proses pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, anggota Bawaslu Kabupaten Bima, Junaidin S.Pd menolak dikonfimasi berkaitan rencana Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Bima karena dalam kondisi sakit. Demikian halnya dengan Ketua KPU Kabupaten Bima, Imran S.Pd.I. [AD]