Level Penelitian Kompetitif Nasional Dosen STKIP Taman Siswa Meningkat

Iklan Semua Halaman

.

Level Penelitian Kompetitif Nasional Dosen STKIP Taman Siswa Meningkat

Kamis, 18 April 2019
Dosen STKIP Taman Siswa Bima, Endang Susilawati, M.Pd dan Agustinasari, M.Pd.Si.


Bima, Berita11.com— Pengumuman tentang penetapan dosen penerima hibah Kemenristekdikti tahun anggaran 2019 menjadi berita bahagia pembuka bagi kampus STKIP Taman Siswa Bima tahun ini. Puluhan dosen setempat dari 12 tim dinyatakan menerima hibah penelitian dan pengabdian dari berbagai skim dengan total dana lebih dari Rp400 juta.

Adapun yang menarik, ada dua  tim dosen peneliti di kampus STKIP Taman Siswa Bima yang mendapatkan hibah kompetitif nasional dengan skim yang lebih tinggi dari ajuan-ajuan hibah tahun sebelumnya yaitu skim kerjasama antar-Perguruan Tiggi (PKPT).

PKPT merupakan penelitian yang bekerjasama antardua perguruan tinggi dengan anggaran penelitian ratusan juta rupiah. Salah satu tim yang lolos hibah PKPT tersebut adalah tim yang diketuai Endang Susilawati, M.Pd dan beranggotakan Agustinasari, M.Pd.Si.

Dalam hibah PKPT tersebut peneliti dari STKIP Taman Siswa Bima, bermitra dengan peneliti dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yaitu Dr. Achmad Samsudin, M.Pd dan  Dr. Drs. Parsaoran Siahaan, M.Pd.

Hadirnya peneliti mitra dalam skema penelitian dimaksudkan untuk membimbing peneliti STKIP Taman Siswa Bima untuk mengembangkan kompetensi dan kepakaran dalam penelitian dan publikasi.

Dengan dibina oleh peneliti  dari kampus-kampus terbaik di Indonesia diharapkan akan lahir peneliti-peneliti yang lebih profesional dan produktif di bidang publikasi nasional maupun internasional.

Lolosnya hibah PKPT  menjadi spirit yang sangat luar biasa bagi seluruh dosen STKIP Taman Siswa Bima untuk terus meningkatkan level penelitian. Bagaimana tidak, perjuangan di balik lolosnya hibah bukanlah hal yang biasa.

Dosen setempat, Endang selaku ketua tim harus membagi waktu sebaik dan seefektif mungkin untuk karir dan keluarga. Di masa-masa mengurus bayi dan keluarga tidak menyurutkan semangat dosen yang mendapat sertifikat auditor mutu internal ini untuk terus mengembangkan karir sebagai peneliti. 

Dosen terbaik Prodi Fisika ini telah menularkan sprit sekaligus pembuktian bahwa wanita yang sibuk momong anak dan mengurus keluarga tetap bisa meneliti, berkarir dan meningkatkan kompetensi diri.

Mendapatkan hibah kemenristek Dikti sebenarnya bukan hal baru bagi staf lembaga penjamin mutu (LPM  STKIP Taman Siswa) ini. Berturut-turut di tahun 2017 dan 2018 berhasil mendapat hibah penelitian dosen pemula di kementrian yang sama. Selain hibah DIKTI, Endang dan tim terus tercatat sebagai dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian internal Yayasan Pendidikan Taman Siswa Bima semenjak ia menjadi dosen kampus setempat.

Ke depan, kampus STKIP Taman Siswa melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) akan terus berkomitmen meningkatakan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian masyarakat sekaligus menjaga eksistensi dalam peraiahan hibah penelitian  dan pengabdian setiap tahunnya.

Selain itu, kampus STKIP Taman Siswa juga akan terus berupaya meningkatkan keahlian dosen dalam meneliti dan menyusun proposal hibah melalui workshop, pelatihan dan coaching klinik penyusunan proposal.

Para pakar akan terus diundang dan dihadirkan di kampus setempat guna memberikan bimbingan menyusun proposal. Pertengahan tahun ini, calon peneliti STKIP Taman Siswa Bima akan mulai menyusun proposal hibah untuk tahun anggaran 2020. Selain itu, kampus setempat akan terus mendorong dosen-dosennya untuk meningkatkan skim penelitian tentunya dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Endang Susilawati, M.Pd menjelaskan, dengan segala ikhtiar dan upaya maksimal, diharapkan tahun ini kampus setempat bisa terus menjaga eksistensi dalam raihan hibah penelitian  kompetitif nasional dan pengabdian dengan skim yang lebih tinggi.

“Sehingga diharapkan dari semua hasil penelitian dan pengabdian,  dosen-dosen (STKIP) Tamsis dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia,” ujarnya. [RD]