Logistik Pemilu di Kabupaten Bima Mulai Didistribusikan, ini Peta Kerawanannya

Iklan Semua Halaman

.

Logistik Pemilu di Kabupaten Bima Mulai Didistribusikan, ini Peta Kerawanannya

Sabtu, 13 April 2019
Logistik Pemilu 2019 di Kabupaten Bima. Dokumen Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima mulai mendistribusikan logistik Pemilu 2019 ke sejumlah wilayah terpencil dan tersulit sejak Jumat (12/4/2019). Sesuai rencana komisi setempat, distribusi logistik dilaksanakan secara bertahap.

Pendistribusian logistik yang dimulai Jumat (13/4/2019) diakui anggota KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin S.Pd.I. “Untuk logistik mulai kita distribusikan,” ujar kepada Berita11.com, Kamis (11/4/2019) lalu.

Diakuinya KPU Kabupaten Bima telah membuat peta kerawanan distribusi logistik, termasuk gangguan cuaca. Akan tetapi KPU setempat telah menyiapkan upaya antisipasi.

Berdasarkan pemetaan KPU Kabupaten Bima terdapat 22 desa di Kabupaten Bima yang merupakan kategori tersulit, terjauh dan medan berat berkaitan distribusi logistik. Di antaranya Desa Poja Kecamatan Sape dengan uraian kerawanan distribusi letak geografis jauh dan akses jalan buruk. Selain itu, Bajo Pulau karena distribusi logistik harus menggunakan boat maka pengangkutan terkendala kondisi boat yang kadang tidak jalan dan masalah anggaran yang lebih besar untuk kegiatan ditribusi.

Sesuai pemetaan KPU, Desa Ntonggu juga masuk dalam kategori rawan dalam distribusi logistik karena jarak tempuh lebih kurang delapan kilometer dengan kondisi rusak dan tidak stabil saat musim hujan. Selain itu, empat desa di Kecamatan Langgudu masing-masing Desa Karampi, Desa Waduruka, Desa Saraeruma dan Desa Pusu karena letak geografisnya yang berada di seberang lautan sehingga pendistribusian logistik menggunakan saran penyebrangan bot yang hanya mealyani trip satu kali sehingga harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Salah satu desa di Kecamatan Lambitu yakni Desa Kaowa yang belum memiliki akses jalan juga menghambat distribusi logistik. Sementara itu, Desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora juga masuk desa rawan gangguan distribusi logistik karena akses jalan yang buruk terutama saat musim hujan. Karena akses jalan di desa setemapt terpotong aliran sungai di Oi Marai. 

Selain desa tersebut, desa Oi Katupa dan Desa Oi Bura Kecamatan Tambora juga masuk dalam kategori kerawanan distribusi logistik khususnya menuju TPS karena lokasinya yang  jauh dan medan yang sulit.

Tiga desa di Kecamatan Sanggar yakni Desa Boro, Desa Kore, dan Desa Taloko juga masuk kategori rawan karena kondisi jembatan yang putus. Selain itu, karena akses jalan yang rusak dan potensi luapan banjir yang menutup ruas jalan. Sementara itu dua di Wera meliputi Desa Pai, Desa Ntoke juga masuk kategori rawan karena distribusi logistik di desa setempat harus melewati sungai karena beum tersedianya jembatan penghubung.

KPU Kabupaten Bima juga memasukan Desa Wane Kecamatan Parado dalam kategori rawan pada saat distribusi logistik karena kondisi jalan rusak, licik berlumpur dan terjal terutama saat musim hujan sehingga dapat menghambat distribusi logistik. Kondisi yang sama juga di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Desa Tarlawi wilayah setempat masuk kategori rawan karena kondisi jembatan yang putus sehingga menghambat distribusi logistik.


Adapun desa lain yang masuk kategori rawan pada distribusi logistik yaitu desa Kananta Kecamatan Soromandi karena kondisi jembatan di desa setempat yang putus dan Desa Mawu Kecamatan Ambalawi dengan model ganguan potensi longsor dan kondisi jalan rusak.[US]