Meski Raih Suara 33,1 Persen, Jokowi tak Pernah Sakit Hati pada Warga NTB

Iklan Semua Halaman

.

Meski Raih Suara 33,1 Persen, Jokowi tak Pernah Sakit Hati pada Warga NTB

Jumat, 26 April 2019
Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, saat meresmikan Bendungan Tanju, Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu NTB, Senin (30/7/2018). Dokumentasi RIS

Dompu, Berita11.com - Mayoritas Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak begitu menyukai kepemimpinan Ir  Joko Widodo, entah karena alasan apa. Akan tetapi, sosok berkepribadian sangat sederhana ini tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikirannya menaruh rasa dendam, apalagi merasa membenci rakyat meskipun meraih suara yang sangat sedikit yakni 33,1 persen.

Hal itu terbukti dengan ganas dan panasnya masyarakat NTB yang telah menertawakan kekalahan mutlak di wilayah NTB dalam ajang Pemilu 2019 dengan perolehan suara yang tak signifikan dari pada pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan suara 60,9 persen. Itu merupakan kekalahan kali keduanya yang diterima Capres Joko Widodo.

Hal itu juga tidak pernah menyurutkan niatnya untuk membatalkan pembangunan yang ia rencanakan seperti pembangunan sirkuit internasional di Lombok Tengah. Kemudian, bantuan stimulan rumah anti gempa Rp50 juta per kepala keluarga (KK) yang berjumlah triliunan.

Tak hanya itu, dia juga tidak pernah surut menghentikan pembangunan kawasan ekonomi kreatif di Lombok. Bahkan selama menjadi Presiden periode pertama, kurang lebih sudah 12 kali berkunjung ke NTB. Semua itu perhatianya demi memajukan NTB.

Selanjutnya tanah-tanah yang telah disertifikatk gratis tetap menjadi hak milik masing-masing warga NTB. Bendungan diberbagai tempat yang sebagian telah diselesaikan dan saat ini dan beberapa bendungan tengah dilanjutkan yakni di Kabupaten Sumbawa. Begitu juga dengan pasar Ama Hami di Bima dan masjid yang tak luput dari perhatiannya.

Tak satupun nikmat pembangunan yang dicabut hanya karena berbagai macam ujaran kebencian seperti dihina, difitnah komunis, keturunan China, anaknya Married by Accident, menjual aset negara, akan meniadakan azan, membubarkan sekolah agama, bonekanya Megawati, anti Islam, kampret, cebong, dungu dan lain lain yang ditunjukan oleh warga NTB terhadap dirinya. Semua itu sedikitpun tak membuat hatinya sakit.

Hal itu dibenarkan salah seorang tim relawan Jokowi -Ma'ruf Amin, Darwis AB saat dihubungi Berita11.com via telpon WhatsApp, Jumat (26/4/2019) pagi tadi.

Menjawab pertanyaan wartawan. Apakah pernah terlintas dalam pikirannya untuk membalas atau sakit hati, Darwis menjawab, semuanya tidak. Hal itu diketahui saat chat langsung dengan Presiden Ir H Joko Widodo.

"Sedikitpun tidak pernah dan kini, hari pertama kemunculannya di depan publik, beliau memesan kangkung khas Lombok, kenikmatanya susah ditandingi enaknya," kata Darwis pada Berita11.com yang kutip dari chat WhatsAppnya dengan Presiden Joko Widodo.

Dikatakan Darwis, tak sedikitpun caci maki dan hinaan yang ditujukan kepada kepada H Joko Widodo, yang diingat dan dipendam Presiden RI itu. Menurutnya  Joko Widodo sangat luar biasa.

Saat ditanya berkaitan kekalahan mutlak di NTB, H Joko Widodo dengan santai menjawab biasa saja.

"Mereka tidak salah, karena mereka belum tau sebenarnya saya," ujar H Joko Widodo dikutip dari hasil chat WhatsAppnya.

Di Kabupaten Dompu, lanjut Darwis, khusus kesehatan mendapat bantuan Dana Anggaran Khusus (DAK) yang bersifat reguler sebanyak Rp27 milyar kemudian, DAK Afirmasi Rp59 Milyar dan DAK untuk RSUD Rp14 Milyar.

"Kesehatan dapat DAK yang berlipat ganda jika dibandingkan pemerintahan SBY yang setiap DAKnya hanya  3-4 milyar saja," terang Darwis. [RIS]