Pemkab Bima Gelar Job Fair, 3.544 Lowongan Disiapkan 35 Perusahaan

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Bima Gelar Job Fair, 3.544 Lowongan Disiapkan 35 Perusahaan

Selasa, 30 April 2019
Kepala Disnakertrans dan Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Bima Melihat dari Dekat Para Peminat Job Fair 2019 yang Digelar di Kampus Vokasi Bima Universitas Mataram, Senin (29/4/2019).

KERJASAMA ANTARA BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN BIMA DENGAN HARIAN ONLINE WWW.BERITA11.COM

Kota Bima, Berita11.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima NTB membuka menggelar pameran bursa kesempatan kerja (job fair). Kegiatan dilaksanakan di kampus Vokasi Bima Universitas Mataram, Senin (29/4/2019). Pada kegiatan ini disiapkan 3.544 lowongan dari 35 perusahaan yang beroperasi di Bima.

Job fari dihadiri kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, sejumlah pejabat Pemkab Bima, 35 pimpinan perusahaan dan para peserta pencari kerja.

Bupati Bima yang diwakili oleh Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Bima HM
Qurban, SH mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja sebagai salah satu implementasi dan komitmen pemerintah Kabupaten Bima  melalui Disnakertrans secara terpadu.

Tujuannya menekan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Bima sekaligus sebagai penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif.

Kata dia, penyediaan informasi terpusat melalui kegiatan ini mempunyai nilai strategis karena dapat memberikan ruang komunikasi dua arah secara langsung antara pengguna dan pencari kerja dan pemerintah bertindak sebagai fasilitator.

Dijabarkan pula, ketenagakerjaan merupakan salah satu persoalan dalam penanganan kependudukan, terlebih di Kabupaten Bima terutama bagi pencari kerja untuk mengadu peruntungan.

Upaya pembangunan bidang ketenagakerjaan yang telah dilakukan hingga kurun waktu terakhir ini belum sepenuhnya memenuhi harapan kita bersama. Hal ini disebabkan makin timpangnya pertumbuhan antara angkatan kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia terutama di sektor formal,” ujar dia.

Menghadapi kondisi ketenagakerjaan sambung dia, perlu terus diupayakan perluasan kesempatan kerja secara cerdas dan inovatif sehingga tercipta program kesempatan kerja yang bersifat ramah. Prioritas program  pemerintah dalam rangka menciptakan dan perluasan kesempatan kerja melalui kegiatan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan, penyediaan tenaga kerja siap pakai serta upaya lainnya.

Dikatakannya, dalam konteks globalisasi dengan telah diberlakulanya pasar tunggal masyarakat ekonomi ASEAN, maka pemerintah daerah berkomitmen untuk menyiapkan SDM yang siap berkompetisi dalam tataran global serta senantiasa mendorong perluasan lapangan kerja melalui peningkatan keberadaan wirausaha. “Namun harus didukung oleh para pemangku kepentingan yang ada,” ujarnya.

Kepala Disnakertrans kabupaten Bima H
Nasrulah, S. Sos menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka membentuk iklim sosial ekonomi dan budaya yang mendukung produktivitas tenaga kerja sehingga dapat hidup layak, berkualitas dan sejahtera sehingga capaian meningkatkan jumlah tenaga kerja yang produktif dan berkualitas dalam hubungan kerja dapat tercapai.

Tujuan kegiatan sebagai salah satu fungsi layanan antarkerja untuk membantu mempertemukan pe
ncari kerja dengan pengguna tenaga kerja secara langsung dalam mendapatkan calon tenaga kerja yang berkualitas.

Kegiatan diikuti oleh 35 perusahaan dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai 3.544 orang lowongan kerja yang ditawarkan.

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB yang diwakili oleh Kasi IPK Saiful Abubakar, M, Si mengatakan,  bahwa jumlah angkatan kerja Provinsi NTB pada Agustus tahun 2018 sebanyak 2.237.380 orang, menurun 221.640 orang, dibanding pada bulan Februari 2018 dan turun 158.790 orang dibandingkan pada Agustus tahun 2017.

Menurut dia, tingkat pengangguran terbuka adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak diserap oleh pasar Kerja.

Berbagai kebijakan pemerintah terkait penciptaan lapangan kerja cukup berhasil menekan tingkat pengangguran
. Hal itu ditunjukkan tingkat pengangguran terbuka yang bergerak turun 3,94 persen pada Agustus tahun  2016 menjadi 3,32 persen Agustus tahun 2017. Namun meningkat pada Agustus 2018 akibat terjadinya bencana gempa.

dikatakannya, dilihat dari tingkat pendidikan, Agustus tingkat pengangguran terbuka untuk diploma 1,2, 3 dan sarjana adalah paling tinggi di antara tingkat pendidikan lainnya yaitu sebesar 8,39 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka tertinggi berikutnya terdapat pada tingkat SMU sebesar 6,52 persen.

Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, ini dapat dilihat dari tingkat pengangguran terbuka tingkat SMP sebesar 2,89 persen dan untuk tingkat SD TPTnya sebesar 2,35 persen,” sebutnya.

Pada tingkat pengangguran terbuka provinsi NTB
 Agustus 2018 sebesar 3,72 persen masih lebih rendah dari TPT Nasional yaitu sebesar 5,35 persen.

Ditambahkannya, kegiatan pameran bursa kerja yang diselenggarakan sebagai salah satu ihtiar, menfasilitasi antara kedua belah pihak, baik pencari kerja maupun pengguna tenaga kerja sehingga cepat diproses. [AN]