Pemkab Dompu Tetapkan 18 Sekolah Ramah Anak

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Dompu Tetapkan 18 Sekolah Ramah Anak

Senin, 01 April 2019
Kepala DP3A Hj. Daryati Kustilawati, SE. M.Si dan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin saat berkunjung di sekolah yang telah ditetapkan sebagai SRA yakni SMPN 1 Dompu, Sabtu (30/3/2019) akhir pekan lalu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu Provinsi NTB menetapkan sedikitnya 18 sekolah dari berbagai tingkatan pendidikan di Kabupaten Dompu sebagai sekolah ramah anak atau SRA.

Penetapan SRA ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin untuk mengimplementasi Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter dan penetapan ini telah dilakukan deklarasi pada Sabtu (30/3/2019) pagi, bertempat di SMPN 1 Dompu.

Adapun tujuan dari pada SRA adalah mencegah kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lainnya. Mencegah anak mendapatkan kesakitan karena keracunan makanan dan lingkungan yang tidak sehat, kemudian Mencegah kecelakaan di sekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam.

Tak hanya itu, SRA juga dapat Mencegah anak menjadi perokok dan pengguna napza. Menciptakan hubungan antar warga sekolah yang lebih baik, akrab dan berkualitas. Memudahkan pemantauan kondisi anak selama anak berada di sekolah.

Selanjutnya, Memudahkan mencapai tujuan pendidikan. Menciptakan lingkungan yang hijau dan tertata. Ciri khusus anak menjadi lebih betah di sekolah dan Anak terbiasa dengan pembiasaan- pembiasaan yang positif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Hj. Daryati Kustilawati, SE, M.Si, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/4/2019) pagi menjelaskan bahwa SRA adalah sebuah program yang sangat berguna dan dibutuhkan oleh anak-anak di zaman sekarang. Dan khusus Kabupaten Dompu baru 18 sekolah yang sudah ditetapkan sebagai SRA.

"Penetapan 18 sekolah ramah anak ini adalah salah satu indikator yang harus dipenuhi agar dompu menjadikan Kabupaten layak anak," jelasn Kepala DP3A di ruang kerjanya, pada Berita11.com.

Dikatakan Hj. Daryati, Sebelum ditetapkan sebagai SRA, pemerintah tentunya melihat dulu sekolah-sekolah yang layak untuk ditetapkan sebgai SRA dan saat ini pemerintah sedang melihat sekolah-sekolah yang layak untuk ditetapkan sebagai SRA.

"Selain sejumlah sekolah yang sudah ditetapkan sebagai SRA pemerintah juga sedang melihat sekolah yang layak untuk dijadikan SRA karena Anak-anak merupakan salah satu pilar yang menjadi perhatian negara," kata Kepala DP3A Kabupaten Dompu
Daftar nama sekolah yang sudah ditetapkan sebagai SRA sesuai dalam lampiran SK Bupati dengan Nomor teregistradi 463/101/DPPPA/2019 sebanyak 18 sekolah dalam 4 Kecamatan yakni Dompu, Pajo, Woja dan Manggelewa. Foto RIS

Lebih jauh, Hj. Daryati memaparkan enam komponen utama yang harus dipenuhi oleh sekolah yang akan ditetapkan sebagai SRA.

"Pertama, Kebijakan SRA (Komitmen tertulis, SK Tim SRA, program yang mendukung SRA. Ke dua, Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak (penerapan disiplin positif). Ke tiga, Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak. Ke empat, Sarana dan prasarana yang ramah anak (tidak membahayakan anak, mencegah anak agar tidak celaka. Ke lima, Partisipasi anak. Keenam, Partisipasi orang tua, Lembaga masyarakat, dunia usaha, stakeholder lainnya dan alumni," paparnya.

Selanjutnya, Hj. Dayati menyebutkan uraian enam prinsip SRA yang melatarbelakangi anak-anak usia sekolah memerlukan teladan yang baik dari orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi mereka. Sementara guru dan tenaga kependidikan di SRA mendidik anak di sekolah dengan memegang teguh prinsip-prinsip pendidikan yang sudah bersesuaian dengan SRA.

"Nondiskriminasi. Kepentingan terbaik bagi anak. Kelangsungan hidup dan perkembangan anak. Penghormatan terhadap pandangan anak dan Pengelolaan yang baik," urainya. [RIS]