Pemungutan Selesai, Tokoh Agama Imbau Masyarakat Menjaga Kondusifitas Kabupaten Bima

Iklan Semua Halaman

.

Pemungutan Selesai, Tokoh Agama Imbau Masyarakat Menjaga Kondusifitas Kabupaten Bima

Kamis, 18 April 2019
Tokoh Agama Kabupaten Bima. Kolase Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar menjaga kondusifitas pasca pemungutan suara Pemilu 2019. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas dan menunggu hasil rekapitulasi suara dari penyelenggara Pemilu yakni KPU.

Pimpinan Ponpes Al Maliki Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Ustadz Irwan, M.Pd.I mengajak seluruh masyarakat agar mewujudkan kondusivitas daerah. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi dengan isu yang mengarah pada gangguan ketertiban masyarakat pasca pemungutan,” imbau Ustadz Irwan, Kamis (18/4/2019).

Selain itu, Ustadz Irwan juga mengajak masyarakat agar menyerahkan penyelesaian segala prosedur berhubungan dengan Pemilu sesuai peraturan perundang-undangan dan menunggu hasil rekapitulasi oleh KPU.

“Kepada masyarakat kami mengajak agar bersabar dan menunggu hasil rekap dari KPU,” ajaknya.

Hal yang sama juga disampaikan Tokoh Agama yang juga Lebe Nae Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Ustadz Abdul Hamid. Dirinya mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang menghasut dan mengajak masyarakat agar sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

“Mengajak kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing dan tidak mudah terprovokasi. Kita sama-sama menjaga keamanan dan keteriban,” ajaknya.

Imbauan yang sama juga disampaikan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bima, Drs H Suadin Abdullah M.Pd. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar menjaga ketentraman dan Kamtibmas pasca pemungutan suara.

Secara terpisah, Ketua GP Anshor Kabupaten Bima, Muhammad Kurnia, M.Pd.I juga mengajak masyarakat agar sama-sama menjaga Kamtibmas pasca pemungutan suara dan mengajak agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi dengan  isu-isu yang dapat memecah belah serta mengganggu Kamtibmas. [MR/AD]