Polemik Kontraktor dan PBTK Berujung Penyegelan, Kepala BKKBN Dompu Geram

Iklan Semua Halaman

.

Polemik Kontraktor dan PBTK Berujung Penyegelan, Kepala BKKBN Dompu Geram

Rabu, 03 April 2019
Kantor BKKBN Sudah seminggu lebih di segel oleh PBTK. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Dompu Provinsi NTB, sejak Rabu 27 Maret 2019 hingga kini terlihat masih dalam keadaan tersegel.

Pasalnya, seorang Kontraktor inisial ER yang mengatas namakan Cv. Mawar Indah selaku (Pihak Pertama) belum juga mau melunasi hutangnya senilai kurang lebih Rp 70 juta kepada Muhtar Saleh, pemilik barang dan tenaga kerja (PBTK) selaku (Pihak ke Dua).

Polemik yang terjadi antara kedua belah pihak ini, membuat Kepala BKKBN Gatot Gunawan, M.Sc geram karena menghabat aktifitas dalam setiap pelayanan masyarakat.

"Dia (kontraktor, red) membeli kerangka baja, atap, plafon, baik untuk bangunan maupun garansi itu, rupanya belum dibayar, penyegelan ini jelas terhambat aktifitas kita dan kita tidak nyaman lagi bekerja," kesal Kepala BKKBN saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (2/4/19) malam.

Sementara, dari pihak BKKBN sendiri, lanjut Gatot, semua administrasi telah dibayarkan termasuk terminnya sudah lunas.

"Kami secara hukum pegangannya Kontraktor (pemborong, red) yang punya Cv itu selaku penyedia barang, setelah borongan selesai dan terminnya sudah dibayar semua, ternyata belum dibayar ke pemilik barang," terang Gatot Gunawan.

Dikatakan Gatot, Sebelum dilakukan penyegelan, kedua belah pihak sudah dilalakukan mediasi bahkan baru-baru ini setelah dilakukan penyegelan, pihak BKKBN telah memanggil kontraktor dan pihak pemilik barang, untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan hasil kesepakatan atas pertemuan itu bahwa dalam waktu dekat kontraktor akan melunasi hutan tersebut.

"Sebagai tanggung jawab moral kami, kami sudah melakukan mediasi antara kedua belah pihak dari bulan Februari lalu sampai kemarin, tetapi kenyataannya sampai sekarang masih disegel dan hutang itu belum dibayarkan," papar Gatot.

Akibat penyegelan itu, semua aktifitas di BKKBN jadi terbengkalai dan terhambat.

Sementara, Muhtar Saleh selaku pihak pertama saat dihubungi Berita11.com via telpon WhatsApp, Rabu (3/4/19) pagi mengatakan, sampai saat ini pihak kontraktor belum juga ada kabar meskipun telah dibuatkan surat pernyataan kedua belah pihak dan siap untuk melunasi hutang tersebut.

"Sampai hari ini kontraktor belum juga bayar, kami juga sudah buatkan surat pernyataan bahwa dia akan membayar secepatnya," kata Muhtar.

Hingga berita ini diekspos, Kontraktor selaku pihak pertama inisial ER masih berupaya untuk dimintai keterangan. [RIS]