Setelah PSU Digelar di TPS 14 Desa Pekat, Prabowo Tetap Unggul

Iklan Semua Halaman

.

Setelah PSU Digelar di TPS 14 Desa Pekat, Prabowo Tetap Unggul

Rabu, 24 April 2019
Ketua Divisi Tekhnis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Dompu Agus Setiawan saat memberikan keterangan pers. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) khusus Presiden dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Tempat Pengumutan Suara (TPS) 14  Dusun Latonda Satu Barat, Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, Rabu (24/4/2019). Hasilnya,  perolehan suara Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap unggul dari Paslon 01 Jokowi-KH Ma'ruf, Amin.

Berdasarkan rekapitulasi pasca PSU, Paslon nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh  144 suara, sedangkan pasangan nomor urut 1 Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh 60 suara.
Suasana PSU di TPS 14 Dusun Latonda satu barat Desa Pekat. Foto ist

Ketua Divisi Tekhnis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Dompu, Agus Setiawan menjelaskan, PSU digelar karena adanya kesalahan prosedur saat pemungutan suara 17 April 2019 lalu, di mana KPPS setempat telah memberikan kesempatan untuk menyoblos lima warga yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Padahal  lima itu tidak memiliki KTP setempat, namun memiliki KTP di luar Kabupaten Dompu.

"Alhamdulillah berjalan dengan baik dan ini semata-mata kami laksanakan supaya ada transparansi dan akuntabilitas. Di samping transparan hasilnya bisa kami pertanggunjawabkan kepada publik," ujar Agus Setiawan.
Suasana penyoblosan berlangsung tertib. Foto ist

Dikatakan Agus, pemilih lima orang yang sebenarnya tidak berhak memberikan suaranya di TPS itu kemarin, hingga dilakukan PSU hanya berlaku untuk DPRD Kabupaten/Kota, DPR Provinsi dan DPR RI saja.

"Pemilih yang bersangkutan, yang tidak berhak itu kemarin tidak berlaku di dua jenis pemilu untuk Pilpres dan DPD. Sehingga kita mengambil keputusan juga diulang hanya Pilpres dan DPD saja yang lain tetap berjalan," terang Agus. [RIS]