Soal Isu Komunisme dan Khilafah pada Pemilu 2019, ini Kata Akademisi di Bima

Iklan Semua Halaman

.

Soal Isu Komunisme dan Khilafah pada Pemilu 2019, ini Kata Akademisi di Bima

Jumat, 05 April 2019
Ilustrasi.


Bima, Berita11.com— Akademisi STKIP Taman Siswa Bima yang juga peneliti CEPP Universitas Indonesia link memberi pandangan berkaitan isu khilafah dan komunisme yang berkembang pada Pemilu 2019.

Menurutnya, isu khilafah yang identik dengan Islam tidak usah dipersoalkan. “Jadi tidak bisa dikotomikan antara Pancasila dengan Islam, apalagi khilafah,” ujar Ady Irawan di kampus STKIP Taman Siswa Bima, Kamis (4/4/2019).

Dikatakannya, dari dulu ideologi Pancasila tidak ada bertentangan dengan Islam. Karena seluruh isi atau lima sila masuk dalam ajaran Islam. 
 
“Masalah tentang khilafah itu identik dengan Islam, di Pancasila itu tidak ada yang bertentangan dengan Islam baik sila pertama sampai sila kelima itu. Semuanya itu mulai dari ketahunan, kemanusiaan, persatuan dan musyawarah demokrasi dan keadilan itu kan semua ada di dalam ajaran Islam itu.  Jadi tidak bisa dikotomikan antara Pancasila dengan Islam, apalagi khilafah,” katanya.

Adi mengatakan, terkait isu komunisme yang bertentangan dengan ideologi Pancasila sudah sangat jelas dilarang berkembang dan dilarang ada di Indonesia sesuai yang diatur dalam Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1996 yang menyatakan komunisme dan marxisme dilarang eksistensinya di Indonesia.

“Jadi apabila ada gerakan-gerakan yang ingin kembali menghidupkan itu, sebagai warga negara yang baik, sebagai warga negara yang sadar akan Pancasila sebagai ideologi resmi negara. Apabila ada hal-hal seperti itu, kita bisa berperan menggagalkan munculnya hal-hal seperti itu. Jadi bukan hanya di masyarakat, di kelas itu, ada diskusi tentang itu,” ujar dosen pengajar PPKN ini.

Sebelumnya, pengamat politik dan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr Kadri, M.Si menyatakan, bahwa masalah khilafah yang berkembang dalam Pemilu 2019 adalah salah satu isu yang dimainkan Paslon dan pendukungnya untuk memenangkan Piplres 2019. Karena kedua Paslon sudah secara tegas dan nyata sepakat dengan ideologi negara yaitu Pancasila yang sudah bersifat final.[US]