Sorot Dugaan Penyelewengan Kades, FRM Demo depan Kantor Desa Roka

Iklan Semua Halaman

.

Sorot Dugaan Penyelewengan Kades, FRM Demo depan Kantor Desa Roka

Kamis, 11 April 2019
Aksi Massa Front Rakyat Menggugat di depan Kantor Desa Roka Kecamatan Belo Kabupaten Bima, Rabu (14/4/2019). Foto Ahmad Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Massa Front Rakyat Menggugat (FRM) Desa Roka menggelar aksi di depan kantor Desa Roka Kecamatan Belo Kabupaten Bima, Rabu (10/4/2019). Massa menyorot dugaan penyelewenangan anggaran APBDes Roka tahun 2018 yang diduga dilakukan Kades setempat.

Koordinator massa, A Jalil menunding sejumlah permasalahan pengelolaan APBDes Roka Kecamatan Belo di antaranya berkaitan pembangunan lapangan bola senilai Rp50 juta pada tahap pertama, kelanjutan pembangunan lapangan bola voli Rp30 juta pada tahap kedua.  

“Jadi total angaran perbuatan lapagan bola voli Rp80 juta dan hari ini lapangan volly ball itu belum ada lampu penerang,” katanya.

Jalil juga menyorot pembangunan gang desa keliling lapangan Rp218.206.709 dengan volume 350 meter. Selain itu, ia menunding pembangunan Polindes setempat  Rp210.000.000 dan pembangunan jalan setapak areal Dam Roka dengan anggaran Rp36 juta.

“Berdasarkan beberapa item program pembagunan desa yang diuraikan, diduga kuat bahwa oknum pemerintah desa melakukan penyelewegan dan harus bertangugung jawab  karena tindakan tersebut sudah melawan aturan yang berlaku,” katanya.

A Jalil juga mendesak Inspektorat Kabupaten  Bima ‘turun tangan’ memeriksa kepala desa setempat, Iksan S.Pd dan melaksanakan audit menyeluruh dan melaksanakan pengecekan lapangan. Selain itu, meminta Bupati Bima agar membina Kades Roka.

Ia mendesak Pemdes agar menyampaikan LKPJ Desa setempat akhir tahun 2018. Menurutnya, penggunaan anggaran harus transparan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.

Sementara itu, Kades Roka Kecamatan Belo, Ihsan SPd menegaskan seluruh program pembangunan di desa setempat sudah sesuai mekanisme. Ia tidak menyoal jika pembangunan di desa setempat diaudit oleh Inspektorat.

“Terkait tuntutan kedua lapangan voli masih dalam pembangunan karena kendala tiang Telkom yang belum ada dan tiang itu baru ada tiga biji,” ujarnya.

Berkaitan pengedaan bale-bale, ia menegaskan bukan bantuan dari pihak manapun. Hal itu sudah selesai dan sudah jelas. Berkaitan sorotan tentang pembangunan gang keliling, ia menjelaskan jika pembangunan itu dilaksanakan perangkat RT bersama warga.

“Pekerjaan ini saya memberikan langsung kepada masyarakat Roka pada umumnya. Ikut andil dalam pekerjaan ini langsung  oleh masyarakat. Kami kerjakan sesuai dengan volume yang ada sesuai dengan RAB,” tandasnya.

Ihsan juga menegaskan berkaitan pembangunan Polindes sudah tak ada masalah karena sudah ditempati oleh bidan desa.

“Tuntutan terkait pembangunan jalan setapak, itu sudah jelas dan sudah benar sesuai RAB,” katanya.

Berkaitan masalah LKPJ yang belum disampaikan, Ihsan menjelaskan hal itu sengaja belum disampaikan pihaknya karena menunggu salah satu item pekerjaan yang belum rampung. [AD]