Bantah tak Ada Digusur PT SMS, LSM LPK NTB: Kabag Hukum tak Ada Rasa Kemanusiaan

Iklan Semua Halaman

.

Bantah tak Ada Digusur PT SMS, LSM LPK NTB: Kabag Hukum tak Ada Rasa Kemanusiaan

Jumat, 17 Mei 2019
Kondisi lahan dan jambu mente milik warga yang diduga digusur paksa dan dibakar oleh PT SMS. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Pernyataan Kepala bagian (Kabag) Hukum Setda Dompu Furkan, SH.MH yang membatah bahwa tidak ada pengerusakan dan pembongkaran serta penggusuran paksa lahan milik warga di Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu yang diduga dilakukan PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) seperti yang dilansir Berita11.com sebelumnya.

Batahan Kabag Hukum Setda Dompu itu, membuat ketua LSM Lembaga Penegak Kebenaran LPK NTB, Burhan Husen alias Metty menilai bahwa Kabag Hukum telah menunjukan sikap tidak keberpihakan terhadap masyarakat Desa Doropeti dan tidak berperikemanusiaan

"Pernyataan Kabag hukum tidak ada rasa kemanusiaan sedikutpun terhadap masyarakat, kental sekali Kabag Hukum terlalu keberpihakan terhadap PT SMS. Kabag Hukum buta matanya, dimana matanya, kok tidak melihat jambu mente yang digusur bahkan dibakar oleh PT SMS untuk menghilangkan barang bukti, termasuk pipanisasi, kuburan, rumah, pemondokan di kebun  juga dibongkar digusur paksa PT SMS," ujar Metty, Jumat (17/5/2019) pagi.

Dikatakan Metty, pihaknya beserta masyarakat setempat punya bukti data beserta dokumen yang cukup falide sebagai bahan acuan untuk bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalo Kabag Hukum membela PT SMS, kami tidak segan-segan akan mencari Kabag hukum dimana dia berada dan kami akan melaporkan ke pihak hukum karena didugaa ikut tururuti serta membantu mendukung menguatkan perbuatan kejahatan PT SMS," tandas Metty.
Lahan yang sudah ditanami tebu yang dikuasai PT SMS diduga dirampas dari tangan masyarakat.

Terkait dengan pernyataan Kabag Hukum, lanjut Metty, jalan yang dibikin PT SMS itu, menurut dia, wajar-wajar saja karena sebelumnya PT SMS menutup akses jalan Negara yang sudah ada bahkan jalan sebelumnya dibikin oleh Negara lebih bagus karena sudah dibuatkan parit dan drainase.

"Justeru PT SMS yang melanggar Uundang-undang dan peraturan Menteri Perhubungan karena memindah atau mengalihkan jalan tanpa ada persetujuan dari pemerintah," kesal dia.

Metty kembali menanyakan, dimana rasa kemanusiaan, rasa keadilan yang dimiliki Pemerintah Daerah, jambu mente yang sudah berpuluhan tahun dipanen masyarakat di situ bahkan telah menjadi bagian dari mata pencaharian dan kebutuhan biaya pendidikan anak-anak mereka dan pemerintah seolah telah dibutakan matanya oleh PT SMS.

"Saya menilai, Kabag Hukum bukan orang bijak bukan orang cerdas tidak ada rasa kemanusiaan sedikitpun. Silahkan anda angkat kaki, tinggal dinegara luar sana, bergabung dengan Jionis negara israil yang tidak ada rasa kemanusiaan sedikitpun," kecewa dia.

Metty menjelaskan, berdasarkan Keputusan Bupati Dompu dengan Nomor 186 tentang pemberian ijin lokasi tanah seluas lebih kurang 30.000 Heaktar Kepada PT SMS untuk keperluan perkebunan tebu dan industri pengolahan. Dalam surat tersebut tidak tertuang kalimat uang tali asih.
Alat berat milik PT SMS yang ditahan peksa sejumlah warga saat melakukan penggusuran tahun lalu.

"Tidak ada kalimat uang tali asih yang ada di diktum kedua pelepasan hak dan pembayaran ganti rugi melalalui PPAT dan tidak boleh perantara dan atas nama. siapapun harus melalui yang berkepentingan yaitu Pemilik lahan perkebunan Jambu Mente," ungkapnya.

Metty membantah terkait bantuan atau fasilitasi listrik diberikan PT SMS untuk masyrakat di sana, itu bohong, semuanya tidak ada, yang ada itu masyrakat swadaya sendiri mengambil aliran listril di gardu induk dan ada bantuan Listrik tenaga suria dari kementerian Pertambangan Energi.

"Apa yang dikatakan Kabag Hukum itu bohong semua, kalo benar ada fasilitasi nklwh PT.SMS mana bukti tertulisnya jangan bicara ego dan sombong kau Kabag Hukum dan jangan kau hianati rakyat nanti kau mendapat ganjaran Allah. Laknat Allah, karma Allah bahkan akan menimpamu," do'a nya

Lebih jauh, ia menyebutkan PT SMS memanfaatkan masyarakat setempat menggunakan seorang yang berinisial MY, menurut Metty MY ini yang jalan untuk mempengaruhi, membujuk dan merayu masyarakat agar mau melepaskan perkebunan mereka.
Kondisi pondok warga yang diduga dirusakin dan digusur paksa PT SMS.

"Ada orang jalan yang diutus PT SMS untuk membujuk masyarakat agar melepaskan lahan serta tanaman jambu mente mereka dengan cara memberi uang tali asih per 1 pohon jambu mente 30.000 dengan terpaksa masyarakat melepakan karena di diintimidasi oleh oknum anggota Polri dan TNI masyarakat mau-mau saja karena ketakutan dengan Polri dan TNI," terang dia.

Metty kembali menegaskan, terkait dengan pernyataan Kabag Hukum yang mengatakan bahwa tidak ada kuburan yang digusur bahkan pipanisasi air bersih, Metty menegaskan, Kabag Hukum buka matanya lebar-lebar.

"Ko dibilang tidak ada penggusuran kebun Jambu Mente, Pipanisasi Air Bersiah, tanah kubur. Buka lebar-lebar matamu (Kabag Hukum, red) sementara Jambu mente sedang berbuah digusur paksa kadang tengah malam, kadang siang hari, pas warga tidak ada di lahan, masuk alat berat PT SMS menggusur dan merusak Jambu Mente milik warga," geram dia. [RIS]