BI NTB Dorong Implementasi Transaksi Nontunai di NTB

Iklan Semua Halaman

.

BI NTB Dorong Implementasi Transaksi Nontunai di NTB

Selasa, 21 Mei 2019
Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani saat Diwawancarai Wartawan. 


Mataram, Berita11.com— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB secara berkesinambungan terus mendorong implementasi transaksi nontunai di wilayah Provinsi NTB.

Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani mengatakan, sebagaimana program yang telah dijalankan sebelumnya, pada tahun 2019 program implementasi transaksi nontunai diarahkan pada perluasan area transaksi nontunai baik pemerintah daerah, wilayah penyaluran Bantuan Pangan NonTunai (BPNT) yaitu dari satu wilayah kota sebagai pilot project menjadi lima kabupaten dan kota. Selain itu, perluasan sekolah penyelenggara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nontunai (dari 12 sekolah pilot project menjadi 16 sekolah implementasi BOS Nontunai), dan remitansi TKI.

Dikatakannya, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka mendukung perluasan tersebut meliputi koordinasi, sosialisasi, monitoring, dan edukasi. Selain itu, KPw BI NTB juga berkoordinasi dengan ITDC Kuta Mandalika untuk mendukung perluasan implementasi transaksi nontunai di wilayah wisata Mandalika.

KPw BI NTB selama periode Januari hingga Mei 2019 telah menyelenggarakan beberapa kegiatan edukasi sosialisasi dalam rangka mendukung implementasi transaksi nontunai yaitu pekan sistem pembayaran NTB dan sosialsiasi remitansi nontunai kepada Pekerja Migran Indonesia.

Achris menjelaskan, pekan sistem pembayaran NTB yang diselenggarakan pada 16-17 Maret 2019 di Lombok Epicentrum Mall dengan melibatkan perbankan dan industri layanan jasa keuangan nonbank (perusahaan telekomunikasi) untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai berbagai instrumen pembayaran nontunai, termasuk pelayanan untuk mendapatkan kartu GPN.

Disebutkannya, Bank Indonesia bersama BRI dan BP3TKI pada April 2019 juga menyelenggarakan sosialisasi kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga di Desa Suradadi, Terara, Lombok Timur mengenai pengiriman uang melalui remitansi nontunai yang akan memberikan rasa nyaman dan aman bagi PMI.

Selain itu, peserta sosialisasi juga dibekali mengenai pengurusan perizinan, teknik pengelolaan keuangan dan perlindungan PMI. [RD]