Biadab, Pelajar di Dompu Digarap Paksa Ayah Tiri Berulang Kali Hingga Hamil 7 Bulan.

Iklan Semua Halaman

.

Biadab, Pelajar di Dompu Digarap Paksa Ayah Tiri Berulang Kali Hingga Hamil 7 Bulan.

Selasa, 21 Mei 2019
Bapak tiri Bunga usai dibekuk polisi. Foto ist

Dompu, Berita11.Com - Seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas III SMP, sebut saja Bunga, warga Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu NTB, terpaksa stop melanjutkan Pendidikannya.

Pasalnya, gadis belia yang masih dibawah umur ini sedang hamil kisaran tujuh bulan hasil dari aksi biadab seorang ayah tiri berinisial MSA 46 tahun, Bunga digarap paksa berulang kali di rumahnya di Desa Lepadi hingga berbadan dua.

Untuk penuhi hasrat bejatnya, Bunga diancam akan dibunuh dan ibunya bakal ditinggalkan, hal itu yang membuat Bunga pasrah hingga tidak berdaya dan dihantui rasa ketakutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita11.Com melalui paman Korban, Irlan 42 tahun, warga Dusun Pandai, Desa Kareke, Kecamatan Dompu menjelaskan, aksi bejat MSA berawal saat Bunga masih duduk di bangku kelas II SMP tahun 2018 lalu.

"Kejadian ini telah berlangsung lama, sejak korban masih kelas II SMP. Dan korban awalnya diancam dibunuh menggunakan Sajam jika korban menceritakan ke orang. Dan ibunya akan ditinggalkan (cerai, red)," ungkap Irlan, Jumat (17/5/2019) sore di kediamannya.

Mulai saat itu, lanjut Irlan, Bunga menjalani hari-harinya dibebani dengan pikiran tak menentu serta diselimuti dengan perasaan takut dan dilematis, sementara sang ayah yang biadab itu terus menjalankan aksi bejatnya, hingga muncul kecurigaan keluarganya dengan melihat perkembangan tubuh Bunga yang menurut mereka ada perubahan.

Keluarga mengetahui Bunga hamil setelah diinterogasi oleh keluarganya, Bunga menceritakan semua terhadap ibunya termasuk aksi bejat sang ayah tiri terakhir kalinya. Setelah mengetahuinya, ibu korban langsung mengantar bunga ke tempat pamannya yakni di Dusun Lepadi, Desa Kareke, Kecamatan Dompu

"Terakhir korban disetubuhi bulan Mei tahun 2019 awal puasa yaitu tanggal 06 Mei 2019. Hal itu diketahui keluarga korban (Ibunya, red) setelah melihat adanya perubahan terhadap tubuh dan fisik korban. Akhirnya korban dibawah ke sini di rumah saya oleh ibunya," terang Irlan.
Gambar ilustrasi. Foto ist

Tiba di rumah pamannya, Bunga enggan tuk mau bicara ketika ditanya oleh pihak keluarga, termasuk pertanyaan pamannya Irlan, dengan melihat adanya perubahan bentuk badan Bunga mereka curiga. Menurut Irlan, untuk menjawab kecurigaan mereka, dan kemudian Bunga diketahui telah berbadan dua (Hamil) setelah istri dari Irlan melakukan tes kehamilan.

"Istri saya membelikan tes kehamilan dan dilakukan cek up air seninya, ternyata korban positif hamil, Baru korban mengaku dan bercerita semua kejadian tersebut dilakukan Bapak tirinya dirumah mereka secara berulangkali disertai dengan ancaman terhadap dia," terang Irlan.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban telah melaporkan ke Mapolres Dompu pada Jumat pekan lalu dan telah melakukan visum sekaligus dilakukan tes USG dan hasil janinnya telah berumur kisaran tujuh bulan.

"Kemarin sudah kami laporkan termasuk hasil visum dan Janinnya berumur tujuh bulan, jenis kelaminnya laki-laki, diperkirakan lahir pada bulan Agustus 2019 ini dan pelakunya saat ini telah diamankan di Polres Dompu," jelas Irlan

Sementara, Kepala Sub-bagian Hubungan Kemasyarakatan Polres Dompu, IPTU Sabri, SH saat dihubungi Berita11.Com via pesan WhatsApp, Selasa (21/5) siang, membenarkan adanya kasus dan laporan tersebut.

"Iya, benar, laporan terkait kasus itu memang sudah kami terima dan saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan, dan tersangka saat ini sedang diamankan di Polres Dompu supaya terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan," jelas Sabri pada Berita11.Com. [RIS]