Butuh Pemimpin Baru, Mataram Perlu Figur Alternatif

Iklan Semua Halaman

.

Butuh Pemimpin Baru, Mataram Perlu Figur Alternatif

Senin, 13 Mei 2019
Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah SE. Foto Ist


Mataram, Berita11.com  Perhelatan pemilihan kepala daerah yang akan digelar serentak tahun 2020 mendatang menjadi ajang spekulasi bagi para politisi yang akan mengikuti pergelaran Pilkada serentak, salah satunya adalah pemilihan wali kota dan wakil wali kota Mataram.

Pascapemilu 2019 sejumlah nama dan figur kini digadang-gadang akan maju sebagi kandidat calon Wali Kota Mataram yang paling anyar terdengar nama-nama yang tidak asing atau figur lama, sebut saja Wakil walikota Mataram yang sekarang H Mohan Roliskana dan ada juga wajah lama seperti Hj Putu Sely dan Makmur Sa'id, mantan Sekda Kota Mataram dari zaman Wali Kota HM Ruslan.

Kota Mataram yang menjadi ibukota Provinsi NTB, merupakan epicentrum dan barometer untuk NTB yang membutuhkan figur- figur alternatif,  baru dan muda dengan gagasan dan ide yang lebih baik untuk kemjauan Kota Mataram.

Demikian dikatakan Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah ,SE melalui siaran pers, Senin (14/5/2019).

Menurut Lalu Athari, akhir-akhir ini ada beberapa figur muda yang kini mulai digadang-gadang mencuri star, seperti Ust Badrutama Lc, putra Wali Kota Mataram Akhyar Abduh, yang kerap kali diperbincangkan akan mendampingi beberapa tokoh senior.

Kemunculan figur baru memang bagus, akan tetapi kebanyakan figur ini adalah wajah lama dan cenderung memiliki kaitan atau hubungan keluarga dengan pemimpin sebelumnya.

“Kondisi kota sebagai  pusat pemerintah untuk ibukota provinsi saya rasa tidak krisis figur, banyak figur yang memiliki kapasitas dan pengalaman baik dari kalangan politisi, birokrasi, dan pengusaha, juga banyak anak-anak muda yang layak diberikan kesempatan untuk memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan,” kata Lalu Athari yang juga Sekretaris KNPI NTB.

Lalu Athari melanjutkan, dari beberapa tokoh yang layak untuk dipertimbangkan maju di Kota Mataram antara lain Ir H Misbach Muliyadi, politisi Partai Golkar, HMS Kasdiono, Ibnu Salim, H Faurani, Sirra Prayuna, Subuhun Nuri.

“Ada juga anak muda yang memilki pengalaman yang matang di organisasi juga politisi seperti Karman BM dan banyak lagi tokoh-tokoh yang menjadi alternatif selain figur dan tokoh yang saat ini mengudara,” ujarnya.

Lebih jauh Athari menambahkan Mataram, kota dengan penduduk yang beragam dan kemajuan yang terus berkembang ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan solusi kemajuan. “Bukan lagi menjadi kota dinasti dengan pemimpin dari kalangan - kalangan itu saja," ujarnya. [RD]