Desak Kasek Dicopot dan Sorot Penggunaan BOS, Puluhan Warga Seruduk SMKN 1 Soromandi

Iklan Semua Halaman

.

Desak Kasek Dicopot dan Sorot Penggunaan BOS, Puluhan Warga Seruduk SMKN 1 Soromandi

Selasa, 28 Mei 2019
Aksi Puluhan Warga Desa Lewintana Menyorot Pengunaan Dana BOS dan Mendesak Pencoputan Kepala SMKN 1 Soromandi di Depan Sekolah Setempat, Senin (27/5/2019). 


Bima, Berita11.com— Puluhan warga Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Soromandi di desa setempat, Senin (27/5/2019). Massa menyorot penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan mendesak Pemerintah Provinsi NTB mencopot Kepala SMKN setempat.

Koordinator massa, M Said menuding Kepala SMKN 1 Soromandi gagal memajukan sekolah setempat. Selain itu, sang Kasek diduga mengelola BOS untuk kepentingan pribadi tanpa melibatkan guru dan komite sekolah.

Kepala sekolah ini harus dicopot. Karena gagal dan tidak bisa memajukan sekolah. Bahkan dalam mengelola sekolah diduga dilakukan secara pribadi tanpa melibatkan para guru serta Komite Sekolah, tuding M Said.

Menurutnya, beberapa hal pokok yang perlu segera dibenahi di SMKN 1 Soromandi yaitu pegawai masuk kerja tidak teratur. Selain karena honor tidak dibayar, juga karena nominal yang kecil. “Kalaupun dibayar hanya Rp250.000, per tiga bulan. Selain itu, Kasek tidak pernah melakukan penggantian komite sekolah sejak tahun 2007 hingga sekarang. Pengelolaan dana BOS juga tidak dilakukan transparan. Baik perencanaan, pelaksanaan maupun pertanggung jawabannya,” katanya.

Massa juga menilai sekolah tidak mengalami peningkatan signifikan sejak berdiri. Bahkan tertinggal jauh dengan sekolah lain yang umurnya lebih muda dari SMKN 1 Soromandi. Hal itu terbukti dari kondisi sekolah tidak pernah dicat baik di dalam maupun di luar ruangan.

Kondisi tersebut diyakini membuat jumlah minat siswa semakin menurun dari tahun ke tahun.
Kepala SMKN 1 Soromandi juga tidak dapat menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar. Bahkan dengan pemilik lahan yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan sekolah. Karena sikap seperti itu, maka sebaiknya Kepsek dicopot, tandas Said.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala SMKN 1 Soromandi Ir Arif mengatakan, semua tudingan warga tidak benar. Karena setiap penggunaan anggaran di sekolah dilakukan dengan transparan.

Terkait penggunaan Bos ada Juklak dan juknisnya. Jadi tidak benar jika dimakan oleh pribadi saya, tandasnya.

ia menjelaskan setiap tahun sekolah diperiksa oleh Inspektorat berkaitan penggunaan dana BOS. Hasilnya tidak ada temuan berkaitan pengelolaan dana BOS SMKN 1 Soromandi. Kaitan menurunnya jumlah siswa, kami telah berupaya dengan semaksimal mungkin,” katanya.

Hal ini menurut dia, karena minimnya sekolah pendukung. Bukan sikap apatis guru dalam mencari murid. Bahkan dia mengaku, pihaknya sudah menyediakan motor tiga roda untuk transportasi siswa, hanya saja hal itu tidak memberikan perubahan.

Kita sudah berbuat semaksimal mungkin. Tapi apa boleh buat perkembangan tidak begitu signifikan," ungkapnya.

menurutnya, jika warga tidak lagi senang, dengan legowo menerima untuk dicopot. Saya kalau dicopot akan angkat kaki. Jika hal itu menjadi jalan terbaik yang harus ditempuh, tandasnya. [AD]