Disdukcapil Kota Bima Optimistis Pembuatan 10 Ribu KIA Tuntas Tahun ini

Iklan Semua Halaman

.

Disdukcapil Kota Bima Optimistis Pembuatan 10 Ribu KIA Tuntas Tahun ini

Rabu, 01 Mei 2019
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bima, Hj Mariamah SH. Foto US.


Kota Bima, Berita11.com— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bima optimistis pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 10.000 sesuai target dinas setempat dapat tuntas dilaksanakan pada akhir tahun 2019.

“Pemberian KIA, sekarang lagi di sekolah-sekolah, target tahun ini 10 ribu, itu sampai tuntas secara bertahap,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bima, Mariamah SH, di dinas setempat, kemarin.

Ia mengatakan, secara umum pembuatan KIA dimaksudkan agar anak-anak khususnya kalangan pelajar memiliki kartu identitas secara dini sehingga masuk dalam basis data.

Sejak dikeluarkannya kebijakan KIA lewat peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016, program pembuatan dan kepemilikan kartu identitas anak sudah mulai berlaku secara nasional.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa KIA adalah bukti identitas resmi untuk anak di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya KTP untuk orang dewasa pada umumnya. Kartu ini diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota, juga sama seperti KTP.
KIA diterbitkan dalam dua versi, yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan anak usia 5-17 tahun. Masa berlaku kartu ini ternyata juga berbeda. Masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia mereka menginjak 5 tahun. Sementara bagi anak usia di atas 5 tahun, maka masa berlakunya akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari.
Kemudian ketika anak Anda berulang tahun yang ke-17, KIA akan secara otomatis diubah menjadi KTP. Hal ini karena nomor yang tertera di KIA akan sama dengan yang ada di KTP.
Secara umum, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP. Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, penerbitan KIA dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, hingga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak. Kartu ini juga dapat menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.
Tak hanya itu. KIA juga berguna untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi.
Anak yang memiliki KIA bahkan dapat memperoleh diskon khusus di pusat perbelanjaan. Namun, pemberian diskon hanya berlaku di toko-toko atau tempat belanja yang memang sudah menjadi mitra pemerintah daerah.
Jadi, berbagai kemudahan yang diberikan bagi pemegang KIA ini akan tergantung pada masing-masing daerah
Secara umum, berikut syarat-syarat pembuatan KIA sesuai dengan usia anak yang perlu disiapkan orangtua.

Bayi anak yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran.

Bagi anak usia di bawah 5 tahun dan belum memiliki KIA, syarat yang perlu dipenuhi adalah fotokopi akta kelahiran (tunjukan juga akta yang aslinya ke petugas), KK asli orangtua/wali, dan KTP asli orangtua/wali.

Bagi anak di atas 5 tahun dan belum memiliki KIA, syarat-syarat yang perlu dipenuhi adalah fotokopi akta kelahiran (tunjukan juga akta yang aslinya ke petugas), KK asli orangtua/wali, dan KTP asli orangtua/wali, pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar.

Bagi anak warna negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia, syarat-syarat yang perlu dipenuhi adalah fotokopi paspor dan izin tinggal tetap, KK Asli orang tua/wali, KTP elektronik asli kedua orangtua. [US]