Dugaan Kejahatan Tersistematis, ICI dan Bara Api Demo Bank Mandiri Cabang Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Dugaan Kejahatan Tersistematis, ICI dan Bara Api Demo Bank Mandiri Cabang Dompu

Jumat, 31 Mei 2019
Massa aksi saat meminta pimpinan PT Bank Mandiri untuk meminta menemui massa aksi. Foto RIS

Dompu, Berita11.Com - Massa Insan Cita Instute (ICI) dan Barisan Rakyat Anti Penindasan (Bara Api), melakukan aksi demonstrasi PT Bank Mandiri Cabang Dompu NTB, Jumat (31/5/2019) pagi. Penyebabnya, mereka menilai ada dugaan kejahatan tersistematis dilakukan perusahan tersebut.

Dua lembaga tersebut mendesak pihak PT Bank Mandiri agar mengembalikan dokumentasi milik salah satu karyawan atas nama Anas yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh PT Bank Mandiri. Salah satunya ijazah yang dimasukan dalam lampiran lamaran dulu.

Mereka juga menuntut agar PT Bank Mandiri mengeluarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Berdasarkan peraturan undang-undang Persero terbatas bahwa Persero wajib mengeluarkan dana tersebut untuk menyejahterakan masyarakat yang berada di sekitar.

Mereka menilai, selama berdirinya perusahaan tersebut tidak pernah sekali pun mengeluarkan anggaran dana CSR untuk mensejahterakan masyarakat.

Tak hanya itu, mereka juga menilai bahwa PT Bank Mandiri diduga telah melakukan manipulasi data milik nasabah sehingga nasabah dipermudah untuk mendapatkan kredit. Pada hal dalam realitasnya data yang dipakai untuk dimohonkan anggaran itu tidak sesuai dengan kenyataan yang dimiliki nasabah.

Dalam aksi ini, massa melakukan orasi kurang lebih tiga jam di depan kantor perusahaan tersebut namun pihak PT Bank Mandiri seolah enggan untuk keluar menemui massa untuk memberikan klarifikasi terkait tuntutan mereka.

Pantauan Berita11.com, massa sempat berontak dan melakukan anarkis dengan memukul pintu besi perusahan atas ketidakpuasan mereka.

"Kami melakukan orasi dimuali pukul 09.00 namun pihak PT Bank Mandiri tidak mau keluar menemui kami," kata Ketua Lembaga ICI Slamat Abadi Sentosa.

Sementara, pimpinan Bank Mandiri Cabang Dompu Hamzah Amir yang ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya mengatakan, pegawai yang dipecat itu merupakan pegawai yang menurut dia adalah pegawai yang tidak terpenuhi kualifikasi dari pihak PT Bank Mandiri. Kemudian pihak PT Bank Mandiri mengembalikan ke perusahan tempat ia bernaung atau yang merekrut dia yakni perusahan outsourcing.

"Anang ini bukan pagawai kami tetapi pegawai outsourcing dalam arti pegawai yang disediakan oleh perusahan itu (outsourcing, red) kenapa kita kembalikan karena ukuran produktifitas tidak terpenuhi kita kembalikan ke vendornya atau pihak yang menyalurkan tenaga kerja," jelas Hamzah.

Dokumen berkas seperti ijazah, lanjut Hamzah, semua tidak ada dalam pihak PT Bank Mandiri karena dokumennya ada pada pihak vendor yang merekrut kepegawaian. Sementara pihak PT Bank Mandiri hanya menerima jasa kepegawaian saja

"Kalau Ijazah tidak ada sama kami dan saya juga pernah bertanya ke Anang sendiri bahwa berkas itu sangat penting juga ternyata dia nggak punya," jelas dia.

Terkait dengan dana CSR, Hamzah mengakui, bahwa dana CSR khusus masyarakat setempat selama ini belum pernah disalurkan, karena selama dia menjabat sebagai Kepala Bank Mandiri masyarakat belum pernah mengajukan proposal dan anggaran tersebut menurut dia ada yang berwewenang atau yang mengelolanya.

"Untuk menyalurkan dana sosial untuk masyarakat itu ada kantor area kami di Mataram mereka itu yang mengelola. Kalau ada masyarakat yang ingin dana CSR itu diberikan mereka harus mengajukan proposal ke kami kemudian kami mengajukan ke beliau (Mataram, red) selama ini proposal yang masuk tidak ada," terang Hamzah.

Meski telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang salah satu perusahan wajib untuk menyalurkan dana CSR ke Pemerintah Daerah (Pemda), akan tetapi, pihaknya mengaku bahwa aturan tersebut pihaknya tidak pernah terima informasi dari pihak Pemda.

"Terus terang, terkait Perda itu kami tidak pernah dengar atau mendapat informasi dari Pemda, kalau seandainya kami tahu bahwa itu merupakan Perda pasti kami action," tuturnya. [RIS]