Hadiri Pelantikan Pengurus HMI Cabang Dompu, Gubernur NTB: Jadi Aktivis Nggak Gampang

Iklan Semua Halaman

.

Hadiri Pelantikan Pengurus HMI Cabang Dompu, Gubernur NTB: Jadi Aktivis Nggak Gampang

Sabtu, 25 Mei 2019
Gubernur Provinsi NTB Dr. Zulkifliemansyah, SE, M.Sc saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelantikan pengurus baru HMI Cabang Dompu. Foto RIS

Dompu, Berita11.Com - Dalam momentum pelantikan pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu, Gubernur NTB, Dr. Zulkifliemansyah, SE, M.Sc, mengatakan, menjadi aktivis itu tidak cukup sekedar mempunyai pengalaman saja, tetapi harus memiliki kompetensi yang tidak dimiliki para aktivis lain.

"Menjadi aktivis di jaman sekarang itu nggak gampang, jadi kedepan itu dunianya agak lain, di mana aktivis itu tidak cukup hanya modal organisasi, punya pengalaman memimpin rapat, memimpin organisasi turun di jalan piawai berbicara, tapi harus punya kompetensi yang khusus yang has yang tidak dimiliki pesaing kita," kata dia saat menyampaikan sambutan di Gedung PKK, Sabtu (25/5/2019) sore.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan ucapan selamat untuk pengurus HMI yang baru dan diminta agar terus mengasah kemampuan untuk melangkah lebih maju apalagi, kata dia, Provinsi NTB memberikan kesempatan untuk para aktivis melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

"Semoga pengurusnya mempunyai visi yang lebih panjang, mengagret kemampuan sehingga tidak saja piawai berorganisasi, tapi punya kerendahan hati untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi," katanya.

Menurut dia, melanjutkan studi ke jenjang yang tinggi lebih penting, bukan semata-mata hanya mendapatkan di belakangnya atau di depan punya titel baru, tetapi semakin tinggi belajar semakin tinggi ilmu pengetahuannya.

"Semakin kita tinggi belajar, kita punya kerendahan hati untuk menyadari bahwa terlampau banyak kita tidak ketahui, sehingga kita tidak sombong dan besar kepala untuk merasa diri paling benar, merasa diri sebagai center of power," jelas dia.

Dikatakannya, dengan mengutus generasi aktivis untuk sekolah di luar negeri bukan sekedar gaya-gayaan, tetapi bagaimana bisa menghargai dan mencintai negara kita agar dihormati dan ilmu pengetahuannya lebih berkualitas.

"Kita kirim anak-anak muda, aktivis ini bukan berarti kualitas pendidikan di dalam negeri kita kurang baik, menurut saya ilmunya lebih baik, minimal teman-teman HMI kalau punya keberanian untuk sekolah di luar negeri, kita akan punya rasa kebangsaan yang kental dimasa yang akan datang," jelasnya.

Menurut keyakinan orang pertama memimpin provinsi NTB ini, sedikit saja nama Indonesia diganggu, sedikit saja Marwah dan martabat bangsa diganggu di luar negeri pasti muncul rasa ingin membela NKRI dan memajukan bangsa Indonesia.

"Saya yakin modal HMI sudah lebih dari cukup menjadi pemimpin untuk masa depan, saat ini banyak kita kirim ke Malaysia mudah-mudahan membuka jalan untuk menyadari ketertinggalan lebih besar dari bangsa-bangsa lain," tandasnya. [RIS]